Jakarta, Aktual.co — Kepala badan hak asasi manusia PBB, mengecam keras peningkatan serangan terhadap penduduk albino di Afrika timur, yang bagian tubuhnya seringkali digunakan dalam praktik sihir.

Pernyataan tersebut dibuat setelah polisi di Tanzania, menahan tujuh tersangka penyerangan keji pada akhir pekan lalu, saat tangan seorang lelaki albino berumur enam tahun dipotong dengan pedang.

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad Al Hussein mengungkapkan penentangannya terhadap peningkatan serangan terhadap orang-orang albino di beberapa negara Afrika Timur.

“Serangan itu seringkali dilakukan dengan sangat keji, terutama menargetkan anak-anak,” kata Zeid, dikutp dari AFP, Rabu (11/3).

Dalam enam bulan terakhir, ungkap Zeid, setidaknya 15 orang albino di Tanzania, Malawi dan Burundi diculik, dilukai, dibunuh atau berhasil lepas dari penculikan, termasuk tiga serangan dalam pekan lalu.

Serangan itu membuat banyak penderita albino hidup dalam ketakutan. “Beberapa diantaranya tidak lagi berani keluar rumah, dan anak-anak albino berhenti sekolah karena berbagai serangan, pembunuhan dan penculikan baru-baru ini,” imbuh dia.

Separuh dari serangan yang muncul sejak Agustus itu terjadi di Tanzania. Dua orang tewas, termasuk seorang anak lelaki umur setahun yang dipotong lengan dan kakinya, dan seorang lagi masih hilang.

Dua korban lain dipotong anggota badannya, dan seorang korban diperkosa beramai-ramai, kata PBB.

Serangan terhadap penduduk albino seringkali didorong oleh penggunaan bagian-bagian tubuh mereka dalam ritual sihir.

PBB memperingatkan bahwa peningkatan serangan di Tanzania bisa terkait dengan pemilihan umum dan pemilihan presiden yang akan digelar pada Oktober 2015, karena para politisi akan melirik paranormal berpengaruh untuk meningkatkan peluang mereka.

Pihak berwenang Tanzania pada Januari memberlakukan larangan praktik sihir.

Di Burundi, sejak 2008 sudah sebanyak 19 warga albino yang dibunuh.

Di Malawi, setidaknya enam serangan dilaporkan pada 2015. Di salah satu provinsi, “sekelompok pria dilaporkan berkeliling memburu penduduk albino”, kata PBB.

Albino merupakan kondisi genetik yang diturunkan, yang menyebabkan ketiadaan pigmen dalam kulit, rambut dan mata. Albino menyerang satu dari 1.400 warga tanzania, seringkali sebagai akibat dari pernikahan antar-keluarga.

Artikel ini ditulis oleh: