Turki, Aktual.com – Kepolisian Turki pada Kamis (5/1) melancarkan penggerebekan di kota pinggiran Istanbul. Dan hasilnya beberapa tersangka terkait serangan di klab malam, yang menewaskan 39 orang saat perayaan malam Tahun Baru berhasil diamankan.

Seperti yang dikutip dari kantor berita pemerintah Anadolu. Polisi antiterorisme dan pasukan khusus dikabarkan menggeledah sebuah gugus perumahan di Selimpasa, kota pesisir sebelah barat Istanbul. Langkah itu ditempuh setelah intelijen mengabarkan banyak orang membantu pelaku itu di sana. Pelaku itu, yang masih berkeliaran, melepaskan tembakan di klab malam Reina di Istanbul pada Minggu.

Ia menggunakan senapan otomatis, melemparkan granat ke kerumunan saat mengisi peluru dan kembali menembak pengunjung terluka. IS menyatakan bertanggung jawab atas kejadian itu, dengan mengatakan serangan itu membalas keterlibatan tentara Turki di Suriah.

Media Turki memberitakan penyerang diyakini berasal dari Suku Uighur dari Asia Tengah. Banyak warga Uighur yang ditangkap dari Selimpasa. Komunitas Uigur mayoritas menganut agama islam. Mereka adalah warga berbahasa Turki yang cukup minoritas di China.

Anggota suku Uighur lainnya tersebar di Asia Tengah dan Turki. Aksi pelaku cukup terencana, dan penembak dikabarkan telah dilatih di Suriah, kata sumber dari otoritas terkait dan pemberitaan media.

Saat ini belum jelas berapa banyak tersangka yang ditahan, Kamis. Setidaknya 36 orang ditangkap sejak insiden terjadi, kata sejumlah media. Polisi Kota Izmir, wilayah pesisir Aegean, Rabu menangkap 20 tersangka, diduga anggota IS yang berasal dari Asia Tengah dan Afrika Utara.

Petugas turut menyita paspor palsu, telepon seluler, dan perlengkapan seperti kaca mata dan alat pelacak. Menteri luar negeri Turki mengatakan, Rabu, identitas pelaku telah diketahui, tetapi ia tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Pemerintah juga tidak menyebut nama pelaku teror. Serangan di klub malam ternama di tepi Pantai Bosphorus, Distrik Ortakoy, Istanbul terjadi beberapa bulan setelah kudeta gagal Juli lalu dan rangkaian serangan IS juga pegaris keras Kurdi.

Insiden tersebut telah mengguncang anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu. Presiden Tayyip Erdogan mengatakan teror di klub yang kerap didatangi selebritis dan ekspatriat merupakan upaya memecah negara berpenduduk sebagian besar muslim Sunni tersebut. Sebagian besar korban serangan itu adalah warga Turki serta warga asing dari sejumlah negara Arab, India, dan Kanada.[Ant]

(Andy AbdulHamid)