Bogor, Aktual.com – Pemerintah Kota Bogor berusaha mencari solusi moderat menangani pandemi COVID-19 dengan menjaga keseimbangan antara sektor kesehatan yakni menekan penularan COVID-19 dan menjaga sektor ekonomi tetap bergerak positif.

“Kalau diterapkan PSBB total dan sektor ekonomi ditutup maka akan lumpuh. Warga akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Kota Bogor Sabtu(12).

Menurut Bima Arya, dirinya suda bertemu dengan para pengusaha di Bogor, dan mendiskusikan solusi terbaik pada situasi pandemi COVID-19 saat ini. “Ada usulan-usulan dari para pengusaha untuk menjaga keseimbangan kesehatan dan ekonomi. Ada formula-formulanya, nanti kita laksanakan,” katanya.

Perekonomian di Kota Bogor, kata Bima, sudah mulai menggeliat setelah Pemerintah Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar pra adaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB) mulai 4 Juli lalu.

“Perekonomian rakyat sudah mulai menggeliat, tapi kemudian kasus positif COVID-19 menigkat lagi, sehingga harus dicari titik temunya,” katanya.

Bima menjelaskan Pemerintah Kota Bogor kemudian, memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) mulai 29 Agustus hingga 11 September dan diperpanjang hingga 14 September, tujuannya untuk me-ngerem sedikit sektor usaha dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Sektor usaha dibatasi jam operasionalnya tapi tidak ditutup. Sasarannya untuk menekan penulatan COVID-19,” katanya.

Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor menerapkan PSBMK sampai Senin (14/9). “Setelah hari Senin nanti akan diumumkan lagi,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor, kata dia, masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan memberlakukan PSBB total mulai Senin (14/9). “Gubernur DKI Jakarta menyatakan akan berkoordinasi dengan kepala daerah dari Bodebek (Boogor, Depok, dan Bekasi), pada Senin besok,” katanya.

Sedangkan, Pemerintah Kota Bogor kemungkinan besar akan melanjutkan PSBMK dengan penguatan edukasi kepada warga mengenai COVID-19 dan pencegahanya.

“Edukasi kepada warga akan melihatkan dokter dan pemuka agama. Saya sudah koordinasi dengan IDI Kota Bogor dan menyatakan siap. Saya juga sudah berkoordinasi dengan MUI Kota Bogor yang juga menyatakan siap,” katanya.(Antara)

(Warto'i)