Jakarta, Aktual.com – Harun Ar-Rasyid lahir di Rayy pada tahun 766 M dan wafat pada tanggal 24 Maret 809 M, di Thus, Khurasan. Harun Ar-Rasyid adalah khalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 M hingga 803 M. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah kalifah yang keempat. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.

Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun ar-Rasyid dikenal dekat dengan keluarga Barmak dari Persia (Iran). Pada masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn Khalid Al-Barmak.

Ketika Harun ar-Rasyid sudah menjabat sebagai seorang khalifah tiba-tiba datang seorang pria yang memerintahkan Khalifah Harun ar-Rasyid untuk melakukan perbuatan yang dibenci (makruh).

Mendengar hal itu, Sang Khalifah pun marah dan kesal kepadanya. Ia pun langsung mengeluarkan instruksi kepada para tentara dan pejabatnya untuk mengikat lelaki itu bersama dengan keledainya.

“Ikatlah lelaki itu bersama keledainya karena sudah berbuat buruk,” ucapnya.

Tujuan sang Khalifah mengikat lelaki itu agar keledainya mampu membunuh sang lelaki tersebut. Anehnya, keledai itu tidak berbuat apapun kepadanya.

Melihat hal itu, Harun geram dan memberikan instruksi agar memenjarakan lelaki tersebut, “Penjaralah orang itu dan kuncilah pintu penjaranya dengan kuat,” katanya.

Para bawahan Khalifah pun melaksanakan perintahnya. Namun, tiba-tiba lelaki itu kembali terlihat di sebuah kebun. Kemudian, dia dibawa ke hadapan sang Khalifah dan ditanya, “Siapa yang telah mengeluarkanmu dari penjara?”

“yang mengeluarkanku adalah yang telah memasukkanku ke dalam kebun,” jawabnya.

Mendengar hal itu, sang khalifah keheranan dan bertanya lagi, “Siapa yang memasukkanmu ke kebun?”

“Yang telah memasukkan ke kebuh adalah yang telah mengeluarkanku dari penjara,” jawabnya lagi.

Dari situ, Khalifah Harun ar-Rasyid mengetahui bahwa dirinya tidak mampu merendahkan orang tersebut. Akhirnya, sang Khalifah memerintahkan lelaki tersebut menaiki hewan tunggangannya.

Ketika sudah menaiki hewan tunggangannya ia pun menyeru, “Ingatlah, Harun ingin merendahkan seorang hamba yang dimuliakan Allah Swt tetapi tidak mampu,” ucapnya.

Waallahu a’lam

 

(Rizky Zulkarnain)