Jakarta, Aktual.co —Fraksi Hanura menuding pimpinan DPRD DKI telah mengambil keputusan sepihak dalam menentukan pimpinan alat kelengkapan dewan untuk komisi-komisi, tanpa melibatkan para ketua fraksi. 
Namun tudingan itu dibantah keras oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.
Diluruskan Pras, bahwa pimpinan DPRD belum membahas soal penentuan pimpinan komisi-komisi di DPRD. Kata dia untuk hal itu masih menunggu langkah selanjutnya. 
“Tahapannya setelah rapat pimpinan (rapim) itu akan ada pertemuan lagi dengan pimpinan fraksi-fraksi. Karena rapim baru dihadiri pimpinan dari Fraksi PDI-P, Gerindra, PPP dan PKS saja. Yang gak ada kan Golkar, Hanura, Nasdem, PKB, Demokrat-PAN. Nanti baru dibahas lagi, belum ada keputusan,” kata Pras, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/10).
Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta, Veri Yonnevil mengaku kesal dengan adanya rapat sembunyi-sembunyi yang dilakukan pimpinan dewan dalam bagi-bagi posisi Ketua Komisi di DPRD.
Dia menilai rapat itu sepihak karena hanya melibatkan Ketua DPRD DKI dan empat orang wakilnya saja, tanpa kehadiran para ketua fraksi. Dia pun memastikan Hanura akan menolak apabila rapim tersebut menghasilkan sebuah keputusan.
Kelima pimpinan yang dimaksud Veri yakni Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi dari Fraksi PDI-P, Wakil Ketua Abraham Lunggana dari PPP, Wakil Ketua Triwicaksana dari PKS, Wakil Ketua M. Taufik dari Gerindra, dan Wakil Ketua Ferial Sofyan dari Demokrat.
Adanya aroma ‘setingan’, menurut Veri sangat kuat. Sehingga tidak ada satupun ketua fraksi di DPRD yang hadir saat rapat digelar. 
“Rapatnya kemarin (Rabu) di sini (Hotel Grand Mercure). Mereka itu kucing-kucingan. Saat jam dua itu ada (ketua Fraksi) yang tidur, ada yang pergi, ada yang alasan kebakaran lah. Pokoknya sengaja diciptakan deh itu alasan,” ucapnya kesal.
Veri pun menuding tujuan rapat dilakukan secara diam-diam adalah demi bagi-bagi kekuasaan semata. “Karena mereka haus kekuasaan pastinya,” ucapnya. 

()