Maulana Syarif Sidi Syaikh Dr. Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani saat menggelar Ta’lim, Dzikir dan Ihya Nisfu Sya’ban (menghidupkan Nisfu Say’ban) di Ma’had ar Raudhatu Ihsan wa Zawiyah Qadiriyah Syadziliyah Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Maulana Syekh Yusri mengatakan bahwa Setiap mukmin memiliki peran dalam peristiwa isra mi’raj ini, yaitu dengan shalat dirinya mampu berkhitab dan bertawajjuh (menghadap) kehadirat Allah Ta’ala, sebagaimana baginda mendapatkan kemulian ini.

Inilah hadz (bagian) umat islam dari wiratsah muhammadiyyah (warisan Rasulullah Saw) dari peristiwa mulia ini. Dan inilah salah satu rahasia mengapa dalam firman-Nya Allah Swt menggunakan kata:

بعبده

“Dengan hambanya,”

dan tidak menggunakan kata misalnya

بنبيه أو برسوله

“Dengan nabiNya atau dengan rasul-Nya,”

Allah Ta’ala telah berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Maha suci Allah yang telah mengisrakan hambaNya pada malam hari dari masjid al haram menuju masjid al aqsha,” (QS. Al Isra: 1).

Selain itu, Syekh Yusri mengatakan bahwa dengan shalatlah seorang hamba merasa dekat dan langsung berinteraksi dengan Tuhannya, sehingga shalat inilah merupakan sebaik-baik keadaan seorang hamba. Beliau menasehatkan kepada para muridnya untuk selalu menjaga shalatnya, baik yang fardhu ataupun yang sunnah.

“Shalat fardhu adalah untuk membebaskan kita dari api neraka, adapun shalat sunnah adalah agar kita mendapatkan mahabbah dari Allah Ta’ala,” tambah syekh Yusri pada kesempatan yang lain.

Rasulullah Saw telah bersabda:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Tak henti-hentinya seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan (melaksanakan) ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintainya,” (HR. Bukhari).

Maka tidak heran, jika para ulama ahli ibadah mereka memiliki rutinitas shalat dengan bilangan rakaat yang sangat fantastik. Diantaranya adalah imam Junaid Ra, yang memiliki kebiasaan shalat 400 rakaat mulai dari terbit matahari hingga waktu Dzuhur.

Ada juga imam Ali Zainal Abidin Ra, yang memiliki wirid shalat sebanyak 1000 rakaat selama sehari semalam, sehingga beliau mendapat julukan “as-sajjad” yang berarti orang yang banyak bersujud. Syekh Yusri juga menasehatkan, untuk muraja’ah hafalan Al Qur’an kita juga di dalam shalat.

“Sebaik-baik seorang membaca Al-Qur’an adalah ketika dalam keadaan shalat,” pungkas syekh Yusri.

Maka tidak heran apabilan di bulan-bulan ramadhan, beliau bersama dengan para muridnya mengkhatamkan Al-Qur’an sampai 5 kali di dalam shalat traweh dan tahajjud yang dilaksanakan di masjid Al-Asyraf di kota Mukattam.

Wallahu A’lam.

(Rizky Zulkarnain)