Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah

Jakarta, aktual.com – Ulama-ulama dari zaman dahulu hingga sekarang memilki pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan membuat mereka terlatih dalam mengarungi Dunia, sebagian di antara mereka karena tidak memiliki cukup uang akhirnya mencari kertas-kertas dipinggir jalan untuk sekedar menulis faidah-faidah yang didapatkan dari gurunya, dan masih banyak lagi.

Dalam kitab Masyahidul Jalal Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, penulis dan pentahqiq yang terkenal itu, ketika kuliah di Mesir ternyata pernah mengalam masa-masa susah. Kiriman dari keluarganya tak kunjung datang dan yg tersisa di sakunya hanya 13 qirsy.

Hari itu tepat hari Kamis, beliau sedang berpuasa dan tidak memiliki jatah untuk berbuka. Beliau berangkat kuliah tanpa memakan sesuap nasi. Sepulang kuliah beliau melintasi warung, pada akhirnya beliau hanya memakan sup dan roti, yg mana itu adalah makanan paling murah di kedai tersebut.

Setelah pulang ke asramanya nya, uang yg tersisa 10 Qirsy dipinjam tetangga kostnya 5 Qirsy.

Beliau menahan lapar ini sampai Sabtu pagi. Rasa lapar yg ia tahan itu sampai nampak di wajahnya. Itu memancing rasa penasaran temannya untuk menanyakan, “Apa yg terjadi padamu?”

Beliau menjawab, “Tidak apa-apa,”

Temannya berkata dg sedikit mendesak, “Aku melihat wajahmu berubah, ceritalah padaku,”

Baru beliau menjawab, “Aku kelaparan sejak dua hari lalu,”.

Kawannya pun mengajak Syaikh Abu Ghuddah ke rumahnya dan memberi beliau makanan.

Pada akhirnya beliau meminjam uang kepada temannya tersebut untuk tetap dapat bertahan hidup di Mesir.

(Rizky Zulkarnain)