Jakarta, Aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan pakan ikan menjadi faktor dominan keberhasilan budi daya perikanan, sehingga pembuatan pakan mandiri berbahan baku lokal adalah fokus penting saat ini.

“Kontribusi biaya pakan dapat mencapai 40-80 persen, tergantung jenis komoditas budi daya dan tingkat teknologinya,” kata peneliti Balai Riset Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros Dr Usman dalam diskusi daring Bincang Bahari Bedah Buku “Pengembangan Industri Perikanan Budidaya Berbahan Baku Pakan Lokal Menuju Kemandirian Pakan”, Jumat (18/6).

Usman mengemukakan upaya esensial untuk menekan harga pakan adalah memanfaatkan bahan baku lokal yang tersebar di Indonesia yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan pakan mandiri.

Untuk itu, ujar dia, dalam buku “Pengembangan Industri Perikanan Budidaya Berbahan Baku Pakan Lokal Menuju Kemandirian Pakan” juga diinformasikan tentang kebutuhan nutrisi, formulasi pakan, informasi bahan baku lokal untuk pakan mandiri, serta strategi pengembangan pakan mandiri untuk berbagai jenis ikan di Tanah Air.

Selain Usman, penulis buku lainnya adalah peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan Bogor Prof Dr Mas Tri Djoko dan peneliti Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol Prof Dr I Nyoman Adiasmara Giri.

Mas Tri Djoko mengingatkan pakan mandiri yang dibuat di berbagai daerah harus dipastikan benar-benar berkualitas serta harganya harus ekonomis serta memenuhi kebutuhan para pembudi daya.

“Harus yakin bahwa pakan yang dibuat mempunyai harga yang kompetitif, menjadi alternatif tepung ikan, mengoptimalkan pakan alami dalam sistem budi daya, serta memperhatikan kualitas,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa lebih dari 60 persen dari produksi perikanan budi daya adalah berasal dari air tawar.

Sedangkan Nyoman Adiasmara memaparkan untuk ikan laut yang dibudidayakan pada saat ini masih sangat terbatas.

Selain itu, ujarnya, untuk budi daya ikan laut sebagian besar termasuk ikan karnivora sehingga kebutuhan proteinnya lebih tinggi, yang juga menjadi aspek yang harus diperhatikan dalam formulasi pembuatan pakan ikan untuk budi daya jenis ikan laut.

Selain dari harga pakan yang harus ditekan, lanjutnya, hal lainnya yang perlu menjadi perhatian adalah manajemen pengelolaan produksi pakan ikan sehingga beban biaya dari faktor pakan juga dapat menjadi lebih ringan bagi kalangan pembudi daya.

Pemerintah telah menetapkan sasaran strategis yang akan dicapai dalam produksi perikanan budi daya adalah meningkatkan produksi perikanan budi daya dari 18,44 juta ton pada tahun 2020 menjadi 22,65 juta ton pada 2024.

Sebelumnya, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan sebagai salah satu komponen terpenting dalam kegiatan usaha budi daya ikan, produksi pakan ikan selalu menjadi salah satu program prioritas KKP untuk mendukung peningkatan produksi serta keberlanjutan usaha budi daya di masyarakat.

Slamet menilai seiring dengan berkembangnya usaha pakan ikan di masyarakat akan mencukupi ketersediaan pakan ikan serta menjawab kebutuhan pembudi daya akan pakan ikan berkualitas dengan harga yang terjangkau. (Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)