Jakarta, Aktual.com — Tahun ini, ajang kompetisi bulutangkis tingkat sekolah U-15, Milo School Competition, hadir dengan penerapan sistem poin rangking nasional yang menjadikan kejuaraan tersebut lebih berkualitas. Tujuannya yakni, agar PBSI bisa mendata serta melihat bibit-bibit unggul dalam olahraga bulutangkis.

Turnamen yunior untuk ke-13 kalinya ini akan digelar di empat kota yakni Tasikmalaya pada 24-29 Agustus, Semarang pada 31 Agustus-5 September, Balikpapan pada 14-19 September dan Padang pada 28 September-3 Oktober. Ajang ini ditargetkan diikuti total peserta 2.600 siswa SD dan SMP.

Direktur PT Nestle Indonesia, Rashid Qureshi mengatakan, bahwa ia berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini, PBSI yang telah memberikan dukungan kepada ‘MSC’ tersebut.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah dalam hal ini PBSI atas dukungannya sehingga Milo School Competition menjadi salah satu kompetisi yang dapat disejajarkan dengan kompetisi tingkat nasional lainnya,” ujarnya saat Konferensi pers di Wisma Serba guna Senayan, Jakarta, Kamis (20/8).

Adanya sistem penerapan poin rangking nasional, Rashid berharap, dapat menjadi langkah awal pebulutangkis muda agar semakin berprestasi.

“Dengan adanya sistem baru ini, semoga ke depannya pebulutangkis yang masih muda mudi ini dapat menunjukan bakatnya dan mencetak prestasi,” katanya lagi.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menyatakan dukungannya dan mengapresiasi segala kegiatan positif yang dilakukan oleh Nestle bersama PBSI.

“Kami memberikan apresiasi kepada Nestle dan PBSI atas digelarnya turnamen ini. Ini patut dicontoh oleh cabang-cabang olahraga lain,” kata Imam.

Milo School Competition akan berlangsung meriah, lantaran ‘MSC’ akan menggandeng beberapa legenda bulutangkis Indonesia seperti Rexy Mainaky, Ricky Soebagdja, dan Chandra Wijaya serta pebulutangkis muda Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Mereka akan memberikan motivasi, inspirasi dan ‘coaching clinic’ kepada para peserta.

()