Ilustrasi Gedung KPK

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak mahasiswa untuk membangun nilai-nilai integritas di lingkungan kampus melalui festival integritas kampus (FIK).

“FIK diselenggarakan pertama kali pada tahun 2016 berawal dari diskusi tim KPK dengan dosen-dosen di Departemen Ilmu komunikasi Undip yang ingin mendorong peran mahasiswa dalam membangun integritas di lingkungan terdekatnya dengan keilmuan yang dimiliki, salah satunya ilmu komunikasi,” kata Ketua Tim Satuan Tugas Direktorat Jejaring Pendidikan KPK Masagung Dewanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (16/10).

KPK menyelenggarakan kegiatan “pitching” dan pembekalan bagi peserta FIK pada 14-15 Oktober 2022 di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan FIK hasil kolaborasi antara KPK dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelumnya, pitching dan pembekalan juga dilakukan 11-12 Oktober 2022 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

IPB, lanjut Agung, dipilih KPK sebagai salah satu perguruan tinggi tempat kegiatan FIK lantaran pada tahun 2022 menjadi kampus percontohan dalam implementasi pendidikan antikorupsi.

Oleh karena itu, kata dia, KPK membawa semua program terkait pendidikan antikorupsi ke IPB.

KPK menjelaskan bahwa FIK merupakan ajang kompetisi kampanye sosial yang bertujuan membangun integritas ekosistem pendidikan dan sikap antikorupsi di lingkungan kampus melalui pelibatan dan kolaborasi khususnya mahasiswa dalam mensosialisasikan, mendiseminasikan, dan mengkampanyekan integritas di lingkungannya dengan cara-cara kreatif dan inovatif.

Tema yang diusung dalam FIK 2022 ialah “Integritasku, Integritas Ekosistemku”. Mahasiswa dari tiap kampus mengikuti tahapan-tahapan seleksi yang telah dimulai sejak September 2022, yaitu seleksi proposal, kurasi hingga “pitching”.

Lima tim dari masing-masing kampus yang berhasil melewati ketiga tahap seleksi tersebut akan masuk ke tahap implementasi kampanye dengan pendanaan dari KPK sebesar Rp12,5 juta per tim.

Pemenang FIK 2022 akan ditentukan di tahap penilaian akhir pada November mendatang berdasarkan strategi, orisinalitas, presentasi, implementasi, dan capaian kampanye sosial yang dilakukan.

Selanjutnya, pemenang FIK 2022 dari masing-masing kampus akan diundang mengikuti perhelatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 yang diselenggarakan KPK di Jakarta.

Seleksi proposal dan kurasi dilakukan secara daring oleh para dewan juri untuk memilih 10 tim terbaik dari tiap kampus. Sedangkan kegiatan “pitching” dilakukan secara luring di mana tim finalis tersebut memaparkan proposal kampanye sosialnya di depan dewan juri.

Adapun dewan juri kegiatan tersebut terdiri dari praktisi/ahli komunikasi Yoga Adhitrisna, akademisi/dosen Ilmu Komunikasi UNDIP Djoko Setyabudi, dan akademisi/dosen Ilmu Komunikasi IPB Sarwititi Sarwoprasodjo serta spesialis sosialisasi dan kampanye KPK.

KPK mengharapkan FIK 2022 mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa mengenai nilai-nilai integritas, meningkatkan kepekaan, dan daya pikir kritis mahasiswa untuk menciptakan solusi dalam upaya mengatasi permasalahan integritas di lingkungan kampus seperti mencontek, plagiat, joki tugas, “mark-up” anggaran kegiatan sekaligus meningkatkan peran mahasiswa sesuai Tridharma Perguruan Tinggi.

(Arie Saputra)