Jakarta, aktual.com – Udara di kawasan Bambu Apus (Jakarta Timur( mengembuskan hawa hangat saat Adi Ismanto terkulai lemas di atas bale (balau) bambu teras rumahnya, Kamis (24/12) siang.

Ada 14 kemasan galon masing-masing berkapasitas 19 liter isi air bersih bantuan dari pemerintah berjajar rapi di antara deretan toples berisi dagangan cupang hias di samping bale bambu.
Pria berbadan gempal dengan kulit sawo matang itu bergegas bangkit dari tempat duduknya menyambut kedatangan Farid.

Bocah tujuh tahun itu tidak sabar ingin menumpang mandi dan segera memakai seragam baru yang telah disetrika rapi di lemari rumahnya yang berjarak selemparan batu dari rumah Pak RT.

Meski sedikit kedodoran, celana pendek merah dan baju putih membuat Farid merasa gagah untuk bersekolah di SDN 01 Bambu Apus siang itu.
“Nah gitu dong, mandi. Masa dari kemarin sekolah gak mandi-mandi,” kata Adi.
Sejak semalam, pria 41 tahun itu baru saja mewakili warganya menerima bantuan air bersih dari produsen air bersih PT Aetra. Total 7.000 liter air bersih didistribusikan kepada 25 dari 96 rumah tinggal yang dilanda krisis air sejak September 2019 di wilayah padat penduduk itu.
Krisis air yang dialami warganya membuat Adi memutuskan meminta bantuan kepada lurah setempat pada Selasa (22/10) malam. Tepat pukul 23.00 WIB, satu unit truk tangki air bersih dari perusahaan swasta itu tiba di kediaman Adi.
Kucuran air dari selang truk tangki ditampung oleh puluhan warga menggunakan galon maupun panci. Sekitar 2,5 jam lamanya air di dalam truk tangki habis dipindah ke wadah penampungan warga untuk selanjutnya diangkut ke masing-masing rumah.
Bantuan air itu cukup untuk persediaan dua hari ke depan bagi kebutuhan MCK maupun masak dan minum warga.
(Zaenal Arifin)