Jakarta, Aktual.co — Sebuah data catatan sejarah tentang konflik menahun di Kolumbia yang dirilis oleh pemerintah Kolumbia (27/3) menyatakan tentara AS dan kontraktor militer asal AS di Kolumbia telah memperkosa 54 anak sejak 2003 sampai 2007.
Namun pemerintah Kolumbia tidak bisa membawa kasus tersebut ke pengadilan karena ada klausul hak imunitas pada setiap warga negara AS yang “bertugas” di Kolumbia dalam sebuah perjanjian bilateral antara AS dan Kolumbia.
Sekitar 800 halaman laporan independen yang dikeluarkan bersama oleh pemerintah dan organisasi oposisi FARC itu rencananya akan jadi bahan negosiasi penting dengan Brack Obama untuk perdamaian di negara itu. Terutama soal tentang siapa yang paling bertanggungjawab atas perseteruan pemerintah dengan oposisi sayap kiri FARC dan NEL selama 50 tahun terakhir.
Salah satu bab khusus dalam catatan sejarah itu mengungkap peran aktif militer AS dalam mendukung pemerintah Kolumbia untuk memberantas perdagangan narkoba dan membantu memerangi organisasi oposisi sayap kiri FARC dan ELN.
“There exists abundant information about the sexual violence, in absolute impunity thanks to the bilateral agreements and the diplomatic immunity of United States officials,” seperti tertulis dalam laporan itu seperti dilansir di laman colombiareports.co.
Dalam report itu, tercatat ada sekitar 2004 kasus kekerasan seksual kasus dimana sekitar 50-an anak perempuan diperkosa di sekitar kantor kontraktor militer milik AS. Bahkan sebuah pemerkosaan itu difilmkan. Lalu “and sold the films as pornographic material.”
Salah satu kasus yang sempat mencuat di media dan membuat panas sebagian besar rakyak Kolumbia adalah ketika seorang anak perempuan (12 tahun) pada 2007 lalu diperkosa oleh seorang tentara AS berpangkat sersan dan staf kontraktor militer di kota Melgar, sekitar 98 km dari ibukota Kolumbia, Bogota.
Pengadilan memutuskan bahwa anak perempuan mabuk dan diperkosa di dalam lingkungan pangkalan militer AS oleh sersan Michael J. Coen dan staf kontraktor militer Cesar Ruiz.
Namun, pengadilan tak bisa menahan kedua pemerkosa itu karena alasan imunitas dan kedua pemerkosa itu telah dipulangkan ke AS.
Yang paling menyakitkan bagi rakyat Kolumbia sampai saat ini adalah pernyataan dan pengakuan Sersan Michael J. Coen: “Yes, we took her and we raped her. So what?”.
Koran ternama di Bogota, El Tiempo bahkan menulis seperti ini, “No US court has since indicted both suspects for their alleged crime in the six years since”.
Bahkan laman El Turbion, menyatakan kasus pemerkosaan anak 12 tahun itu ternyata terjadi di banyak anak perempuan lainnya. “In 2006 there were 23 reported cases of sexual abuse committed by active American soldiers and another 14 in 2007,” seperti tertulis di laman itu .
Menurut laporan lembaga “National Victims Unit” milik pemerintah, sekitar 7234 perempuan Kolumbia telah tercatat sebagai korban kekerasan seksual akibat konflik berkepanjangan antara pemerintah versus FARC dan NEL.
Sekarang pemerintah Kolumbia dan FARC mencapai kesepakatan untuk membekali Presiden Kolumbia saat ini, Juan Manuel Santos untuk negoisasi dengan Obama tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas sekitar 7, 2 juta korban akibat kekerasan militer di sana.
Ini salah satu alasan mengapa, beberapa negara Amerika Latin ingin pangkalan militer AS di tutup di kawasan Amerika Latin. Seperti kasus yang mencuat di pangkalan AS di Jepang beberapa waktu lalu.
Ini tekanan berat buat AS untuk tetap mempertahankan kepentingan ekonomi dan politik AS atas Amerika Latin sampai saat ini.
Artikel ini ditulis oleh:















