Jakarta, Aktual.com — Dua ledakan besar di kawasan industri tempat penyimpanan gas dan bahan kimia beracun di kota pelabuhan Tianjin, Tiongkok, menewaskan setidak-tidaknya 44 orang, termasuk belasan petugas pemadam kebakaran, kata pejabat setempat pada Kamis (13/8).

Korban luka akibat kejadian itu mencapai 520 orang, lebih dari 60 di antaranya parah, kata keterangan pemerintahan Tianjin dan surat kabar “People’s Daily”.

Hingga siang, kebakaran terjadi di empat tempat.

Ledakan sangat besar hingga terlihat oleh satelit luar angkasa itu terjadi pada Rabu malam dan menimbulkan guncangan di permukiman beberapa kilometer dari tempat peristiwa tersebut. Lembaga Survai Geologi Amerika Serikat bahkan mencatat ada gerakan seismik akibat ledakan itu.

Sebagian besar daerah pelabuhan terbesar ke-10 di dunia itu kini hancur, ditandai dengan peti kemas berceceran dan ratusan mobil terbakar.

“Saya sedang tidur saat jendela dan pintu tiba-tiba bergetar. Lalu kami mendengar suara ledakan,” kata Guan Xiang yang tinggal tujuh kilometer dari tempat ledakan.

Pemerintah Tianjin mengungkapkan bahwa 12 petugas pemadam kebakaran telah turut menjadi korban tewas.

Belum diketahui penyebab ledakan itu. Meski demikian, peristiwa serupa di kawasan industri bukanlah hal baru di Tiongkok. Pada tahun lalu, ledakan di pabrik pembuat suku cadang mobil meledak dan menewaskan sebanyak 75 orang.

Kantor berita Xinhua mengabarkan bahwa lebih dari 1.000 petugas kebakaran kesulitan untuk membuat api tidak menyebar di gudang yang menyimpan “barang-barang berbahaya.” Bebeberapa mobil pemadam bahkan rusak, kata surat kabar “Beijing News”.

Presiden Xi Jinping meminta pihak yang berwenang berupaya penuh menyelamatkan dan merawat mereka yang terluka, sekaligus memastikan keamanan warga dan hartanya.

Ledakan di Tianjin juga telah menghancurkan kaca jendela serta merubuhkan sejumlah dinding pada bangunan sejauh radius dua kilometer.

Meski menderita kerusakan berat, pelabuhan Tianjin kini masih beroperasi secara normal, demikian pejabat setempat mengatakan. Pelabuhan itu merupakan pintu masuk bagi rantai industri Tiongkok bagian utara.

Menurut Xinhua, ledakan pertama berkekuatan setara dengan tiga ton bom TNT sementara, yang kedua setara dengan 21 ton TNT.

Ledakan diketahui berasal dari sebuah gudang milik perusahaan Tianjin Dongjiang Port Ruihai International Logistics. Dalam laman resimnya, perusahaan itu mengatakan bahwa spesialisasi mereka adalah menangani “barang-barang berbahaya”.

Pejabat perusahaan itu hingga kini masih belum bisa dimintai komentar.

Dari hasil inspeksi petugas pemerintah Tiongkok dari departemen lingkungan hidup, gudang tersebut didesain untuk menyimpan sejumlah bahan kimia berbahaya seperti butanone yang merupakan bahan pelarut industrial yang mudah meledak, sodium sianida, dan gas alam terkompresi.

()