Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR Mardani Ali Sera memuji Pemerintah Indonesia yang menolak pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mendukung Israel membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang saat ini diduduki Israel.

“Saya mengapresiasi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menolak pernyataan Amerika Serikat itu,” kata Mardani melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (21/11).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan kecaman terhadap sikap AS dan Israel itu tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain termasuk anggota Uni Eropa.

Menurut Mardani, sikap AS tersebut semakin memperkeruh konflik di wilayah Timur Tengah antara Palestina dan Israel.

“Semenjak 2016, Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin tampak tidak menginginkan penyelesaian konflik Palestina-Israel. Padahal sudah ada resolusi PBB tentang solusi dua negara yang telah disepakati,” katanya.

Sikap Trump semakin jelas ketika pada 2018 AS sengaja membuka kedutaan besarnya untuk Israel secara resmi di Yerusalem yang merupakan wilayah Palestina.

“Amerika Serikat selalu konsisten untuk tidak konsisten dalam kebijakan luar negerinya, terutama terkait masalah konflik di Timur Tengah. Padahal hal itu jelas melanggar hukum internasional,” katanya.

Karena itu, melalui BKSAP DPR, Mardani mengajak seluruh senator dan anggota parlemen di dunia untuk mengecam sikap ASmerika Serikat yang antipenyelesaian konflik Palestina-Israel.

“Saya mengajak seluruh parlemen di dunia untuk peduli masalah penjajahan di tanah Palestina oleh Israel yang didukung Amerika Serikat,” jelasnya.

Hampir 600 ribu warga Israel tinggal di Tepi Barat setelah Israel mengambil alih wilayah itu dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Menurut Biro Pusat Statistik Otoritas Palestina, kawasan tersebut merupakan rumah bagi hampir tiga juta warga Palestina yang hidup di bawah kendali pasukan keamanan Israel.

Hampir dua juta lebih warga Palestina tinggal di Jalur Gaza sepanjang 25 mil yang dikelola kelompok pejuang HAMAS dan dikenai blokade Israel-Mesir selama 12 tahun.

Ant.

(Zaenal Arifin)