Bogor, Aktual.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menggelar unjuk rasa mengkritisi satu tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, di depan Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10).

Menurut mahasiswa yang berunjukrasa, selama satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, belum memberikan angin segar bagi perubahan bangsa. Kondisi saat ini, masyarakat justru mengalami keterpurukan dengan perlambatan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta di bidang keamanan, saat ini banyak terjadi konflik antar warga yang berkaitan dengan agama.

“Belum lagi persoalan kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap di sejumlah provinsi, belum mampu diatasi oleh pemerintah secara menyeluruh dan terkesan dibiarkan,” kata Nur Isman Koordinator aksi PMII dari Universitas Pakuan.

Mahasiswa juga mengkritisi aktivitas Presiden yang melakukan kunjungan luar negeri ke Amerika Serikat untuk mendiskusikan masalah tambang emas Freeport di tengah situasi masyarakat yang tidak menentu saat ini.

Massa PMII menilai pemerintahan Jokowi-JK telah gagal dalam menjalankan roda pembangunan mewujudkan masyarakat lebih sejahtera. Alasan ini yang mendorong mahasiswa mendesak presiden untuk turun dari jabatannya.

Aksi mahasiswa ini berlangsung sore hari, mereka mengawali aksi di Tugu Kujang. Lalu melakukan jalan panjang (long march) menuju Istana Bogor. Pergerakan massa PMII ini mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Selama aksi unjuk rasa berlangsung, aparat Polres Bogor melakukan pengawalan ketat di sekitar Istana Bogor, petugas patroli berjaga-jaga di depan pagar pintu utama Istana Bogor. Dua unit truk operasional juga disiagakan.

Unjuk rasa mahasiswa PMII ini bersamaan dengan jam pulang sekolah dan kerja, sehingga lalu lintas cukup padat. Dengan adanya aksi ini mengakibatkan arus kendaraan di Jalan Juanda menjadi tersendat selama hampir dua jam lebih.

20 Oktober merupakan satu tahun pemerintah Jokowi-JK setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 20 Oktober 2014 lalu. Banyak pihak mengkritisi kinerja pemerintah, termasuk mahasiswa Bogor.

Artikel ini ditulis oleh: