Medan, Aktual.co — Langkah Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram Widarso memanggil dua orang aktifis yang berdemonstrasi menolak kenaikan BBM dengan dalih ingin melakukan penyidikan atas tindak pidana pelanggaran umum menuai kecaman keras.
Tak hanya dikecam, mantan Eksponen Ketua BEM UMSU periode 2011-2012, Roni Darmawan bahkan merespon langkah Kasat Reskrim itu dengan sebuah tantangan ‘duel’.
“Untuk mengapresiasi tindakan Kasatreskrim Polresta Medan yang melakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi kenaikan BBM. Saya mengajak ‘duel’ Kasatreskrim,” ujar Roni dalam siaran persnya melalui pesan elektronik kepada Aktual.co, Senin (24/11).
Sayangnya, Roni tak menjelaskan detail apa maksud ‘duel’ yang ia maksudkan itu. “Pokoknya ‘duel’ lah bang. Ini gak betul cara Kasat Reskrim, ini gaya orde baru menekan gerakan aktivis, kita akan terus melawan,” kata dia.
Roni mengapresiasi langkah dua orang mahasiswa Panca Budi yang menyatakan menolak pemanggilan itu. Menurutnya, penolakan kenaikan harga BBM harus terus digelorakan secara konsisten.
“Karena ini adalah intervensi asing terhadap kemandirian energi kita (Indonesia-red), menteri-menteri yang menjadi dalang kenaikan ini harus diturunkan,” tandasnya
Artikel ini ditulis oleh:

















