Bendera Malaysia (Foto: EPA)

Kuala Lumpur, Aktual.com – Pemerintah Malaysia menyiapkan 176 juta ringgit (RM) atau sekitar Rp578,16 miliar untuk komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan (litbang) untuk mencapai target menjadi negara berteknologi tinggi menjelang 2030.

Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia Adham Baba dalam keterangannya di Putrajaya, Sabtu (8/10) mengatakan pemerintah Malaysia juga menyiapkan RM107 juta atau sekitar Rp350,96 miliar untuk Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi (MOSTI) dalam Anggaran 2023 untuk mendukung aktivitas penelitian sains, teknologi dan inovasi (STI).

Menurut dia, hal itu juga termasuk untuk meneruskan penelitian dan pengembangan vaksin negara tersebut.

Pemerintah Malaysia mengalokasikan dana RM3 juta atau sekitar Rp9,84 miliar dari Anggaran 2023 untuk menerapkan budaya inovasi di setiap lapisan masyarakat yang disalurkan melalui sebuah yayasan.

Sedangkan untuk mendukung perusahaan rintisan yang berpotensi, pemerintah Malaysia menganggarkan RM50 juta atau sekitar Rp164,5 miliar sebagai program Pertumbuhan Ekosistem Perusahaan Rintisan.

Adham mengatakan sebuah agensi di bawah MOSTI, Cradle Fund, akan memberi dukungan mencakup aspek pembiayaan, pengembangan bakat, inovasi, kebijakan dan peraturan, serta lingkungan pasar kepada sejumlah perusahaan rintisan.

Pemerintah Malaysia juga melaksanakan Program Penggunaan Barang dan Jasa Litbang Lokal dalam Pengadaan Pemerintah (MySTI) pada 2023 dengan alokasi RM18 juta atau sekitar Rp59,22 miliar.

Program tersebut, menurut dia, bertujuan untuk menaikkan tingkat komersialisasi dan mengakui hasil litbang lokal yang akan diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah.

MOSTI meyakini program itu akan mampu meningkatkan akses pasar termasuk ke tingkat internasional, serta menciptakan lapangan kerja baru berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi pada 2023, kata menteri.

Program Pembudayaan STI, tambah dia, akan terus diperkuat melalui Techlympics dengan peruntukan berjumlah RM7 juta atau sekitar Rp23,03 miliar dalam Anggaran 2023 yang diyakini akan melahirkan golongan kreatif dan pemikir dalam menghasilkan ide dan solusi bagi tantangan dan permasalahan masa kini.​​​​​​​

MOSTI, lanjutnya, juga menyambut baik perpanjangan insentif pajak bagi perusahaan dengan status BioNexus untuk aplikasi yang diterima hingga akhir tahun 2024.

Selain itu, insentif tersebut akan ditingkatkan dengan pembebasan pajak penghasilan atas penghasilan wajib ditingkatkan dari 70 persen menjadi 100 persen.

Pemerintah Malaysia, menurut dia, juga menyediakan Dana Modal Ventura untuk pembiayaan melalui injeksi ekuitas di perusahaan teknologi tinggi di sektor listrik dan elektronik (E&E) dan energi terbarukan, dengan ketersediaan dana sebesar RM10 juta atau sekitar Rp32,9 miliar.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)