Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo (kiri) memberikan buku Perjuangan Mendirikan Bank Sentral Republik Indonesia secara simbolis kepada mantan Gubernur BI Rachmat Saleh pada acara pembukaan "10th International Conference Bulletin of Monetary Economic and Banking" di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/8). Dalam acara tersebut, BI meluncurkan dua buah buku yang berjudul Perjuangan Mendirikan Bank Sentral Republik Indonesia dan Mengupas Kebijakan Makroprudensial. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/16.

Jakarta, Aktual.com – Mantan Gubernur Bank Indonesia periode 1973-1983, Rachmat Saleh hari ini meninggal dunia. Rachmat Saleh Wafat di Usia 87 Tahun pada hari Minggu, 11 Februari 2018, di Jakarta.

“Almarhum wafat pada usia 87 tahun di RS Abdi Waluyo, setelah dirawat selama beberapa lama,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman di Jakarta, Minggu (12/2).

Almarhum Rachmat Saleh dikenal jujur, tegas dan berdisiplin tinggi. Almarhum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, dari tahun 1973 hingga 1983, dan menjadi Menteri Perdagangan, dari tahun 1983-1988.

“Selama menjadi Gubernur BI, Rachmat Saleh senantiasa berpegang pada lima pedoman profesionalitas, etika dan moral, yaitu nasionalisme, kejujuran, kerja keras, dedikasi, serta konsisten menambah pengetahuan,” jelasnya.

Lima pedoman tersebut membuat dirinya dikenal sebagai pejabat yang rendah hati, jujur dan lurus serta tegas dalam mengemban tugas.

Keteladanan beliau patut dikenang dan dijadikan panutan, tak hanya bagi pegawai Bank Indonesia namun bagi masyarakat Indonesia secara umum.

“Anggota Dewan Gubernur dan segenap jajaran serta keluarga Bank Indonesia mengungkapkan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya beliau,” pungkasnya.

(Eka)