Jakarta, Aktual.co — Menyadari perempuan sering dianggap sebagai bagian marginal, dua perempuan ini memutuskan mendirikan masjid khusus perempuan. Semua perempuan muslim boleh datang dengan pakaian apapun yang mereka inginkan. Masjid khusus perempuan ini diresmikan pada Jumat (30/1). Masjid ini mengambil tempat disebuah ruang ibadah multi agama yang telah berusia seabad. Masjid ini mengambil ruang bersisian dengan ruang ibadah untuk umat Yahudi dan Kristen.
Sholat perdana di masjid khusus perempuan itu dipimpin oleh Edina Lekovic dari Muslim Public Affair Council.
Shana Muthalib yang berprofesi sebagai pengacara hukum anti-korupsi internasional dan M. Hasna Maznavi, yang berprofesi sebagai penulis cerita komedi dan sutradara adalah dua perempuan yang menjadi otak pendirian masjid ini. Keduanya mengaku sedih karena ruang ibadah khusus perempuan di masjid-masjid seringkali seadanya. Kadang diadakan di ruang bawah tanah, balkon atau ruang-ruang sisa lainnya.
“Kami menerima semua perempuan yang datang kesini. Mereka tak harus mengenakan hijab, juga tak harus mengenakan penutup kepala. Kami menerima mereka dengan pakaian yang paling nyaman yang ingin mereka kenakan,” kata mereka sebagaimana dikutip dari aljazeera.com. Kedua perempuan ini juga menegaskan, niat mereka membangun masjid ini agar perempuan bisa nyaman beribadah dan menganggap masjid sebagai bagian dari hidup mereka. “Islam selalu bicara tentang kesetaraan, namun tak semua pemeluk Islam menyadari pesan Al Qur’an tentang kesetaraan itu,” katanya menambahkan.

















