Jakarta, Aktual.Com- Mata-Mata AS telah menemukan bukti yang mengungkap jika pada pemilihan presiden pada November 2016 lalu, Rusia memberikan hasil peretasan data dari Komite Nasional Demokratik kepada WikiLeaks melalui pihak ketiga, info tersebut didapat pasca Pilpres tersebut.

Seperti dikemukakan oleh tiga pejabat AS yang  dilansir Reuters, Kamis (5/1/2017). Mereka sendiri telah merasa curiga beberapa bulan lalu jika intelijen Rusia telah melakukan peretasan. Namun, di lain pihak mereka sendiri merasa kurang yakin jika Rusia telah menyerahan informasi yang telah merusak nama capres Hillary Clinton dari Partai Demokrat itu kepada Wikileaks.

Aktifitas intelijen itu kemudian menjadi penting, pasalnya Presiden AS Barack Obama tengah menghadapi serangan dari dalam dari partainya sendiri, akibat terlalu lama merspons serangan cyber tersebut.

Dilain pihak senat dan DPR dan kalangan anggota Partai Republik pun meminta untuk dilakukan penyidikan atas kasus itu. Pada saat bersamaan, Presiden terpilih Donald Trump kemudian mempertanyakan kesimpulan Badan Intelijen AS jika Rusia telah membantu pencaloannya dan meghambat pencalonan Hillary. Tetapi Rusia pun membantah telah meretas data tersebut.

Terkait dengan laporan intelijen soal peretasan itu, akan dipresentasikan kepada Obama dan Trump masing-masing hari ini dan besok.

Sementara Obama bulan Agustus 2016 telah menolak rekomendasi yang diberikan oleh para penasihatnya untuk membeberkan keterkaitan Rusia dalam Pilpres AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs