Ribuan buruh yang tergabung Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) saat melakukan aksi longmarch menuju Istana Merdeka, Jakarta (31/10/2017).Aksi longmarch ribuan buruh menuju Istana Negara, Jakarta ini untuk menuntut penyesuaian kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Hari Buruh Internasional yang diperingati tiap tanggl satu Mei atau May Day 2018 diisi dengan banyak tuntutan. Ada Buruh yang mendukung Prabowo untuk menjadi Presiden, ada juga yang menolak Tenaga kerja Asing (TKA) buruh kasar asal China, dan Penghapusan sistem outsourcing yang diterapkan oleh perusahaan.

“Namun dibalik peringatan May Day kali ini, ternyata Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri diam diam juga sedang memperbaiki Ruang kerja menteri yang disulap biar menjadi sangat mewah,” ujar Direktur Center For Budget Analysis, Uchok Sky Khadapi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (4/5).

Dirinya menungkapkan bahwa Biro Umum Kementerian ketenagakerjaan pada tahun 2018 mengalokasi anggaran untuk Perbaikan Ruang Kerja Menteri sebesar Rp.1.000.000.000 dari APBN.

“Dan sekali lagi, uang satu miliaran ini hanya membuang buang duit Rakyat saja, tanpa mau untuk melakukan penghematan anggaran negara,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, alokasi anggaran untuk perbaikan Ruang kerja menteri ini berasal dari Pajak Rakyat, dan metode pemilihan dengan cara pemilihan langsung. Serta waktu pekerjaan mulai bulan Mei sampai Juni 2018. Ketika para Buruh sedang berjuang agar sistem outsourcing dihapuskan, Hanif Dhakiri malah seenak-enaknya memperbaiki Ruang kerja menteri agar jadi super mewah.

“Melihat situasi buruh saat ini, maka sebaiknya Presiden Jokowi menekan Hanif Dhaikiri agar segera menghentikan pembaikkan ruang kerja menteri tersebut,” terangya.

(Eka)