Hungary's Foreign and Trade Minister Peter Szijjarto answers a journalists' question during his joint press conference with the South Korean Minister for Foreign Affairs (not in picture) on May 31, 2019 in Budapest. - Both ministers had visited before the spot of a boat accident with seven dead and 21 people still missing, most of them South Korean tourists. Hopes were fading of finding any more survivors from the boat accident, in which a sightseeing boat overturned after colliding with a much larger river cruise ship on a busy stretch of the Danube on Wednesday evening, May 29, 2019. Police and army boats continued search operations for a second night but their work has been hampered by high river levels and a strong current after weeks of heavy rainfall. (Photo by ATTILA KISBENEDEK / AFP)

Jakarta, Aktual.com – Setelah membangkang dengan menolak meluncurkan sanksi untuk Rusia, Hongaria mungkin akan semakin membuat kesal negara-negara Barat lainnya. Negara yang sering bersitegang dengan Uni Eropa itu mengumumkan hasil kerja sama dengan Rusia dan raksasa energi Gazprom.

Menteri Luar Negeri Peter Szijjarto mengatakan, sangat penting bagi negaranya untuk memastikan pasokan energi yang aman, seperti dilaporkan Interfax Jumat (23/9). Kesepakatan yang baik dengan Gazprom membuat Hongaria bisa sedikit bernapas lega di tengah krisis energi yang melanda Eropa.

“Kami memiliki kerja sama yang sangat komprehensif di bidang energi. Kami ingin menghindari situasi ketika rumah tangga, keluarga, atau perusahaan Hongaria mana pun akan dibatasi dalam menggunakan produk gas atau minyak,” katanya setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela-sela Sidang Umum PBB ke-77 di New York, Jumat (23/9).

Ia memuji kerja sama tersebut, mengatakannya ‘berjalan dengan sangat adil’.

Sejak 1 September Hongaria telah menerima peningkatan volume pengiriman gas setiap harinya. Di atas volume yang sudah dikontrak, Hongaria telah menerima 5,8 juta meter kubik gas di pipa Turkish Stream.

Aliran Turki itu menurutnya adalah satu-satunya rute yang aman dan andal untuk pasokan gas saat ini ke Hongaria.

Kerja sama Rusia-Hongaria untuk transportasi minyak telah dibahas sebelumnya oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban pada Kamis (22/9).

Kedua pemimpin mengadakan konferensi pers bersama di Budapest menyusul diskusi tentang hubungan bilateral dan menemukan peluang baru dalam kerja sama ekonomi.

“Penting bagi kami untuk membawa minyak dan gas Rusia ke Hongaria. Ini yang kami sepakati di antara kami, dan Presiden (Putin) menjaminnya kepada kami,” kata Orban.

Putin menambahkan bahwa gas Rusia dapat dipindahkan ke Hongaria ‘melalui Aliran Turki’ dalam komentar yang diterbitkan oleh Kremlin.

“Kami membahas South Stream, sebuah proyek, yang sayangnya sudah tidak ada lagi,” kata Putin. ‘Kami juga membahas Nord Stream. Mengenai Nord Stream-2, memang ada kemampuan teknis bagi Hongaria untuk menerima gas Rusia melalui Nord Stream-2. Ini dapat dilakukan melalui Slovakia atau Austria — ini adalah proyek yang cukup layak. Gas Rusia juga dapat dipindahkan melalui Aliran Turki. Ada pilihan lain juga,” pungkasnya.

(Warto'i)