Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas Yaqut menyampaikan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits Nasional (STQHN) ke-26 di Sofifi, Maluku Utara (Malut) merupakan sarana untuk mewujudkan Islam sebagai agama yang ramah untuk semua umat manusia (Abdul Fatah)

Jakarta, Aktual.com – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus memperhatikan pondok pesantren. Hal itu disampaikan Menag saat memberi sambutan pada Dialog Kebangsaan, Kesejahteraan dan Kemandirian Pesantren.

“Ini bagian dari afirmasi pemerintah terhadap jasa-jasa pesantren dan santri yang telah memperjuangkan negara dan bangsa,” kata Menag di gedung pustaka loka Nusantara IV, DPR RI, Jakarta, Senin (01/11/2021).

Menurut Menag, jasa pesantren, kiai dan santri, dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Para santri dan kiai terjun langsung dalam menghalau penjajah dari bumi Indonesia.

“Bahkan, resolusi jihad didengungkan oleh KH Hasyim Asy’ari, dan sekarang diperingati sebagai hari santri,” tambah Menag Yaqut.

Gus Yaqut menyayangkan, buku-buku sejarah belum mengungkap epos perjuangan santri. Meski, saat ini perhatian pemerintah ke pesantren mulai terlihat.

“Tapi setelah Presiden Jokowi, dengan lahirnya UU Pesantren, Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang dana abadi pesantren, rekognisi terhadap dunia pesantren mulai kelihatan,” jelas Gus Yaqut.

Data per 12 Oktober 2021, lanjut Gus Yaqut, jumlah pesantren berjumlah 34.632 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 4.766.394 orang sebagai santri mukim.

Sementara, lembaga Pendidikan kegamaan Islam  berupa Pendidikan Al Quran memiliki 164.429 lembaga dengan jumlah santri sebanyak 7.968.825 dan 85.808 Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan total 5.819.292 santri.

Total santri baik yang ada di pesantren maupun di lembaga Pendidikan keagamaan Islam sebanyak 18.554.511 (delapan belas juta lima ratus lima puluh empat ribu lima ratus sebelas) orang.

(Nurman Abdul Rahman)