Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menghadiri Rapat Koordinasi dan Penandatanganan nota kesepahaman (MOU) di kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/11). Rapat Koordinasi dan Penandatanganan nota kesepahaman (MOU) yang diikuti Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, LPMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sulsel tersebut bertujuan untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu pendidikan di wilayah Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/ama/16

Surabaya, Aktual.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta guru tidak lagi membebani murid dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Menurutnya LKS telah membuat fungsi utama guru yakni merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pendidikan tidak berjalan optimal.

“Guru tidak boleh hanya pasrah pada LKS sehingga fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi malah dilakukan oleh LKS dan bukan hasil dari perencanaan yang matang oleh guru,” ujarnya saat membuka Rapat Evaluasi Implementasi Pendampingan Kurikulum 2013 untuk Tahun 2016 di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jatim, di Surabaya, Senin (21/11).

Selain itu Muhadjir menyebut adanya dugaan oknum guru yang hanya mencari keuntungan dari penerbit dengan menjual LKS. Bahkan keuntungan yang diperoleh bisa mencapai triliunan rupiah jika dikalkulasi secara nasional. “Sungguh pekerjaan yang nista apabila seorang guru hanya cari rabat (dari penjualan LKS),” tegasnya.

Disisi lain efektifitas LKS pada siswa juga tidak terukur. Bahkan Muhajir menyebut tidak jarang pekerjaan rumah yang dibebankan guru melalui LKS pada siswa justru tidak dikerjakan sendiri.

“Untuk itu saya meminta para guru untuk tidak lagi memberatkan siswa dengan LKS, selama ini beberapa anak didik ketika membawa LKS ke rumah sebagai pekerjaan rumah, tidak sedikit yang malah dikerjakan oleh Ibu atau anggota keluarga lainnya, sehingga tidak cukup efektif,” jelasnya.

*Adv

()