Jakarta, Aktual.co —  Hasil penelitian dari Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa dari sebelas merk Loom Band terdapat satu merk yang tidak memenuhi syarat mutu, yaitu merk Xing Long.  Merk Xing Long terdeteksi mengandung jenis Pthalate jenis bis (2-ethylhexyl) atau DEHP.

Dierektur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen dari Kementerian Perdagangan, Widodo mengatakan bahwa merk Xing Long akan ditarik dari peredaran. Selain itu dirinya juga mengatakan akan memberikan pengawasan yang lebih ekstra terhadap barang-barang Loom Band.

“Dari sebelas merk terdapat satu merk yang kami lakukan uji lab itu terdeteksi ada jenis Pthalate DEHP yaitu Xing Long. Merk ini akan kami tarik dari peredaran. Kalau dia masih ngeyel, akan kami cabut izinnya,” ujar Widodo di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (7/11).

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam merk Xing Long tersebut yang mengandung Pthalate adalah bagian aksesorisnya. Aksesoris tersebut mengandung DEHP sebesar 25 persen, hal ini jauh dari penetapan standarisasi Kemendag hanya 0,1 persen.

 “Jauh sekali dari standart kita yang hanya 0,1 persen. Itu yang terdeteksi dari sebelas merk, nyatanya di pasaran lebih dari itu. Rata-rata semua barang impor,” pungkasnya.

Untuk diketahui Loom Band adalah karet kecil warna warni yang bisa dirangkai menjadi beragam aksesoris seperti gelang, kalung dan lainnya. Dari kesebelas merk yang di uji adalah Monstertail, Lollipop, Colourfull Loomband, Colourfull endless flexible, Loomband Stroberi, Monstertail rainbow loom, Rainbow loom, Rainbow loom endless flexible, Rainbow loom by Choons Designs, dan 1 produk dengan merek dalam huruf China.

Beberapa produk dari Phthalate berfungsi sebagai bahan campuran penghapus agar penghapus menjadi empuk dan lembut. Selain sebagai bahan campuran penghapus, phthalate lazim digunakan sebagai campuran dalam industri plastik agar plastik mudah dibentuk, akan tetapi phthalate ini mempunyai sisi negatif karena dikategorikan sebagai zat yang beracun sehingga sangat berbahaya jika masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang berlebihan.
 
Ilmuwan menemukan manusia yang seringkali berhubungan dengan phthalate akan mengalami keterlambatan pubertas. Sedangkan pengaruh berkepanjangan phthalate bagi ibu hamil adalah dapat mengakibatkan keguguran dan komplikasi pada kehamilan. Selain itu, phthalate juga dapatmemicu kanker (karsinogenik), gangguan sistem saraf, liver, dan gangguan sistem reproduktivitas. Komisi Uni Eropa pun telah menyatakan bahwa phthalate termasuk dalam barang-barang berbahaya. dan phthlate sendiri telah diklasifikasikan sebagai racun dan selanjutnya, bahan plastik yang menggunakan phthalate dilarang untuk material semua mainan dan alat tulis di pasar Uni Eropa.

()

(Eka)