Foto kombo Menkeu Bambang Brodjonegoro memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 di Gedung kemkeu, Jakarta, Rabu (5/8). Realisasi pendapatan negara pada semester pertama mencapai Rp.771,4 triliun atau 43,8 persen sedangkan realisasi belanja negara mencapai Rp.913,5 triliun atau 46 persen dari pagu belanja negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz/15

Jakarta, Aktual.com —  Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Bambang Brodjonegoro meminta Dewan Energi Nasional (DEN) agar memprioritaskan pembangunan kilang minyak dan hal itu harus ditegaskan dalam kebijakan energi nasional (KEN).

“Saya meminta teman-teman DEN. Kilang itu menjadi prioritas dan itu harus memakai uang pemerintah,” kata Bambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9).

Menurutnya, meski pengembalian investasi (internal rate of return/IRR) dari kilang itu memang kecil, yaitu berkisar 9 persen. Namun, ada satu hal yang harus diingat yakni ada kepentingan negara yang lebih tinggi dan langsung ke makro.

Ia menerangkan, pembangunan kilang dibutuhkan guna mengurangi impor BBM. Selain itu, pembangunan kilang juga bertujuan untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri dan mengurangi impor BBM.

“Tidak mungkin permintaan BBM itu turun. Kan, kita ingin perekonomian tumbuh,” ujar dia.

Bambang pun menjamin prospek kilang tidak akan buruk dan pemerintah sendiri siap memfasilitasi.

“Memang ini proyek jangka panjang tapi harus mulai dari sekarang. jangan sampai kabinet selesai, tapi kita gak pernah bangun kilang. awal nya doang menggebu-gebu, tapi lama lama hilang, mendingan sekarang kita bicara terus. Soalnya 2018 kira-kira baru bisa mulai,” tutupnya.

()

(Eka)