Menko Polhukam Hadi Tjahjanto di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/6/2024). ANTARA/Walda Marison

Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya tengah mengupayakan pembangunan rumah sakit milik Indonesia di Gaza.

“Kemarin kami sudah bicarakan, ini memang masih tahap untuk penjajakan. Tentu supaya kita bisa memiliki lagi rumah sakit Indonesia di Gaza,” kata Hadi saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/6).

Hadi menjelaskan pihaknya telah melakukan beragam upaya, salah satunya yakni berkomunikasi dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terkait pembangunan rumah sakit di Gaza.

Namun demikian, Hadi belum bisa memastikan kapan pembangunan itu dilakukan lantaran harus mempertimbangkan kondisi konflik di Gaza.

Sebelumnya, Hadi memang telah bertemu dengan Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad di kantor Kemenko Polhukam, Senin(10/6) untuk membahas upaya pembangunan rumah sakit di Gaza.

Dalam pertemuan tersebut, Hadi juga mengapresiasi perjuangan NGO ini yang selama melakukan aksi kemanusiaan di Gaza. Hingga saat ini, perjuangan MER-C di bidang kesehatan dan keselamatan di tanah Gaza masih berlangsung.

Hadi memastikan  pemerintah akan terus mendukung bantuan kemanusiaan yang dilakukan MER-C di Gaza.

Untuk diketahui, MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang pemberian bantuan medis kepada korban bencana ataupun peperangan.

Organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia pada 1999 ini kerap melaksanakan aksi kemanusiaan di dalam maupun luar negeri.

Belakangan, MER-C juga menaruh perhatian kepada warga Palestina yang menjadi korban peperangan di wilayah Gaza. Salah satu upaya proaktif MER-C yakni dengan mengirimkan surat resmi kepada pihak World Health Organization (WHO) terkait banyaknya rumah sakit yang rusak karena diserang.

“MER-C Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia, mendesak Organisasi Kesehatan Dunia untuk turun tangan dan membela perlindungan semua rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer. Kami percaya bahwa rumah sakit, terutama dalam situasi konflik, harus tetap menjadi zona aman, dilindungi bahkan selama masa perang, agar dapat menjalankan tugas mulia mereka dalam merawat dan menyelamatkan nyawa korban perang,” dalam surat resmi yang mengatasnamakan MER-C yang ditujukan ke Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dalam surat tersebut, MER-C mendorong WHO untuk melakukan upaya agar rumah sakit yang rusak dan menjadi markas militer Israel dikembalikan ke fungsi semula.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Sandi Setyawan