Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar (kiri) memimpin rapat internal di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/7). Menteri ESDM pengganti Sudirman Said tersebut mempersiapkan tiga kebijakan yang akan dijalankan dalam membenahi sektor energi, yaitu pemanfaatan sumber daya alam, membangun kedaulatan energi guna menjamin pasokan kebutuhan, dan memberikan jaminan kepastian hukum bagi investor luar dan dalam negeri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.

Jakarta, Aktual.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar hari ini memanggil Inpex (KKKS operator Blok Masela) ke Kantor Kementerian ESDM. Melalui pertemuan itu diketahui Arcandra mendesak Inpex melakukan percepatan pengembangan lapangan gas Abadi Masela yang terletak di Maluku.

Melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja menyampaikan bahwa tindakan Arcandra itu sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.

“Pembicaraan lebih banyak fokus ke Masela, bagaimana mempercepat program Masela. Bapak Presiden sudah memutuskan di darat, bagaimana mempercepatnya,” kata Wirat di Kantor Kementerian ESDM Jl Medan Merdeka, Jumat (5/8)

Adapun permintaan dari Inpex agar tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) lebih atraktif bagi mereka dengan kisaran angka 15 persen dan diikuti beberapa insentif lainnya.

Namun negosiasi itu belum ada keputusan. Wirat menuturkan proses negosiasi akan terus berlanjut untuk mengupayakan waktu Final Invesment Decision (FID) pada tahun 2018.

“Arahan dari pak Menteri yaitu dipercepat. Jadi minggu depan bergerak terus, tiap minggu tim ini laporan ke Pak Menteri. Targetnya diefisiensi jauh lebih cepat, FID-nya 2018, jadi start FID sama persis dengan kalau offshore,” tandas Wirat. (Dadang Sah)

(Andy Abdul Hamid)