Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) Merry Hotma memilih bungkam, saat dikonfirmasi isu suap yang tengah menerpa DPRD DKI. 
Yakni terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Politisi PDI-Perjuangan ini malah menyarankan wartawan menanyakan langsung persoalan itu kepada Ketua Balegda Mohammad Taufik. 
“Anda tolong koordinasi dengan Bang Haji Taufik ya sebagai Ketua Baleg. Aku lagi sibuk banget karena suamiku baru saja operasi jantung. Terimakasih,” kata Merry, melalui pesan singkat kepada wartawan.
Taufik sendiri saat ini belum bisa dimintai keterangan, lantaran tengah beribadah umroh ke Tanah Suci. 
Isu suap itu awalnya mencuat dari pernyataan mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Irfan Gani. “Kabar yang saya terima para pimpinan dewan sudah menerima uang suap untuk meloloskan Raperda zonanisasi menjadi peraturan daerah (perda). Karena perda ini menjadi pintu masuk untuk meloloskan mega proyek  reklamasi,” kata Irfan, beberapa waktu lalu.
Suap itu, kata dia, diterima para pimpinan dewan dari salah satu perusahaan yang mengerjakan megaproyek reklamasi di pantai utara Jakarta.  Meskipun Irfan tidak spesifik menyebut nama perusahaan yang dimaksudnya.
Namun politisi Demokrat ini yakin uang suap itu dikucurkan untuk meloloskan Raperda Zonasi di tingkat pimpinan dewan. Setelah ada kucuran dana itu, Irfan memastikan pengesahan Raperda Zonasi bakal mulus-mulus saja atau tidak bakal alot. 

Artikel ini ditulis oleh: