Jakarta, Aktual.com – Migrant Care menganggap pintu khusus keluar masuk pekerja migran Indonesia (PMI) di terminal III Soekarno Hatta tidak akan terlalu efektif bagi perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Migrant Care berpendapat upaya membuat satu pintu khusus tersebut justru bakal rentan dengan eksploitasi.

“Bukannya melindungi PMI, pintu khusus tersebut justru (seperti yang sudah-sudah) malah rentan eksploitasi,” ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Rabu (27/1) sore.

Wahyu pun menegaskan trauma banyak pihak atas skema pintu khusus tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, tidak ada jaminan bahwa PMI akan terbebas pungli dan eksploitasi dari kebijakan tersebut.

“Belum ada jaminan tidak akan ada fraud dari kebijakan tersebut,” ungkapnya.

Migrant Care pun lebih menginginkan para pekerja migran Indonesia bisa datang dan pergi lewat terminal manapun. Wahyu menyarankan pintu khusus terminal III tersebut difungsikan sebagai helpdesk yang menjadi pusat pelayanan bagi keperluan PMI setelah tiba dan sebelum berangkat ke negara tujuan.

“Sebaiknya jadi Helpdesk saja. Dengan fungsi tersebut, BP2MI juga bisa bersikap pro aktif dalam edukasi dan perlindungan PMI,” ujarnya.

(A. Hilmi)