Jakarta, Aktual.com – Pengungsi Muslim Rohingya merayakan penahanan yang dilakukan militer kepada Presiden Myanmar Win Mynt, Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lain dari Partai Liga Demokrasi.

Dilansir AFP, kabar mengenai Suu Kyi ditahan menyebar dengan cepat di pengungsian padat Banglasdesh, dimana yang juga tempat tinggal pengungsi Rohingya.

“Dia adalah alasan di balik semua penderitaan kami. Mengapa kami tidak merayakannya?” kata pemimpin komunitas Farid Ullah dari Kutupalong.

Sementara itu, seorang pemimpin di kamp tetangga Balukhali Muhammad Yusuf mengatakan jika sebenarnya Suu Kyi merupakan harapan terakhir Rohingya. Namun Suu Kyi terlalu mengabaikan penderitaan yang dialami oleh pengungsi Rohingya.

“Dia mengabaikan penderitaan kami dan mendukung genosida,” tegasnya.

Mirza Ghalib, seorang pengungsi di kamp Nayapara mengaku sangat bahagia. Beberapa Rohingya juga dikabarkan menggelar doa khusus untuk menyambut keadilan.

“Jika diizinkan, Anda akan melihat ribuan Rohingya keluar dalam pawai perayaan,” kata Mirza Ghalib seorang pengungsi di Nayapara.(RRI)

(Warto'i)