lustrasi - Pengeboran minyak. ANTARA/Dokumentasi en.wikipedia.org
lustrasi - Pengeboran minyak. ANTARA/Dokumentasi en.wikipedia.org

Tokyo, aktual.com – Harga minyak melonjak di perdagangan Asia pada Jumat [7/2] pagi, setelah Rusia mengatakan mendukung rekomendasi OPEC dan sekutu untuk memperdalam pemangkasan produksi di tengah menurunnya permintaan minyak mentah karena China memerangi epidemi virus corona yang telah memukul pasar global.

Minyak mentah berjangka Brent naik 32 sen dolar AS atau 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 55,25 dolar AS per barel pada pukul 01.04 GMT (08.04 WIB), setelah jatuh 0,6 persen pada Kamis (6/2/2020).

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 26 sen dolar AS atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan pada 51,21 dolar ASD per barel, setelah naik 0,4 persen sesi sebelumnya.

Sebuah panel yang menasihati Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai kelompok OPEC+, menyarankan untuk sementara mengurangi produksi sebesar 600.000 barel per hari (bph), tiga sumber mengatakan kepada Reuters pada Kamis (6/2/2020).

“Kami mendukung gagasan ini,” kata Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, ketika ditanya tentang proposal tersebut pada konferensi pers di Mexico City di kemudian hari.

Harga minyak telah turun lebih dari seperlima sejak wabah virus di kota Wuhan di China.

Presiden China Xi Jinping menyatakan “perang rakyat” pada epidemi itu saat Provinsi Hubei China, tempat Wuhan berada, melaporkan 69 kematian baru, menjadikan total di negara itu lebih dari 600.

“Dampak virus corona pada pasar minyak sebagian besar tetap merupakan kisah permintaan China dengan melemahnya permintaan bahan bakar jet dan pemangkasan pertumbuhan ekonomi, tetapi penghancuran permintaan di luar China sangat kecil, untuk saat ini,” kata analis RBC Capital Markets dalam sebuah catatan.

(Eko Priyanto)