Cambridge, Aktual.com – Raksasa produsen obat AstraZeneca pada Selasa (8/9) mengatakan telah menghentikan uji coba vaksin virus corona karena ditemukan penyakit yang tidak dapat dijelaskan di salah satu sukarelawannya.

Ini merupakan tindakan pencegahan standar dalam uji coba vaksin, yang dimaksudkan memastikan vaksin eksperimen tidak menyebabkan reaksi serius di antara relawan.

“Sebagai bagian dari uji coba global terkontrol acak yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, proses tinjauan standar kami memicu jeda bagi vaksinasi untuk memungkinkan peninjauan data keamanan,” kata perusahaan, Rabu (9/9).

“Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan di salah satu percobaan, sementara hal itu diselidiki, memastikan kami menjaga integritas percobaan,” tambah pernyataan itu.

‚ÄúDalam uji coba besar, penyakit akan muncul secara kebetulan tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat. Kami sedang berupaya mempercepat peninjauan peristiwa tunggal tersebut untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba. Kami berkomitmen terhadap keselamatan peserta kami dan standar perilaku tertinggi dalam uji coba kami.”

Sebelumnya pada Selasa, AstraZeneca bergabung dengan delapan perusahaan lain yang menandatangani perjanjian tidak akan meminta persetujuan dini pemerintah terhadap vaksin virus corona apa pun. Mereka berjanji akan menunggu sampai mereka memiliki data yang memadai yang menunjukkan bahwa vaksin potensial bekerja dengan aman untuk mencegah infeksi.

Vaksin AstraZeneca satu dari tiga vaksin virus corona dalam uji coba Tahap 3 atau tahap akhir di AS.(RRI)

(Warto'i)