Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi beserta rombongan saat melakukan ziarah di makam Pahlawan Nasional, KH. Idham Chalid di komplek Yayasan Darul Quran, Cisarua, Bogor pada Selasa (23/11). Foto: AKTUAL/Istimewa
Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi beserta rombongan saat melakukan ziarah di makam Pahlawan Nasional, KH. Idham Chalid di komplek Yayasan Darul Quran, Cisarua, Bogor pada Selasa (23/11). Foto: AKTUAL/Istimewa

Bogor, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, KH. Idham Chalid di komplek Yayasan Darul Quran, Cisarua, Bogor pada Selasa (23/11).

Ia mengungkapkan bahwa agendanya kali ini merupakan napak tilas Pahlawan Nasional. Menurut Wamentan Harvick, KH. Idham Chalid merupakan sosok inspiratif sebagai tokoh bangsa dan juga tokoh agama.

“Ini napak tilas Pahlawan Nasional. Beliau guru politik dan guru bangsa,” katanya usai melakukan ziarah.

Selain melantunkan doa, kedatangan Wamentan Harvick sekaligus mengingat kembali sejarah tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) era 50-an ini.

“Kami berziarah dalam rangka menyerap energi dan kearifan KH. Idham Chalid,” tutur Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi beserta rombongan saat melakukan ziarah di makam Pahlawan Nasional, KH. Idham Cholid di komplek Yayasan Darul Quran, Cisarua, Bogor pada Selasa (23/11). Foto: AKTUAL/Istimewa
Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi beserta rombongan saat melakukan ziarah di makam Pahlawan Nasional, KH. Idham Chalid di komplek Yayasan Darul Quran, Cisarua, Bogor pada Selasa (23/11). Foto: AKTUAL/Istimewa

Sebagai informasi, KH. Idham Chalid merupakan tokoh bangsa, tokoh agama, tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan juga deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan KH. Idham Chalid merupakan Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama terlama dalam sejarah NU dari periode 1956-1984.

Selain pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda, Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. Bahkan oleh Presiden Soeharto ia dipercaya menjadi Menteri Kesejahteraan Rakyat, Menteri Sosial Ad Interim dan Ketua DPA.

KH. Idham Chalid wafat pada 11 Juli 2010 di usia 88 tahun. Ia mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Nomor 113/TK/2011 tertanggal 7 November 2011.

Atas jasa semasa hidupnya Pemerintah Indonesia mengabadikan KH. Idham Chalid di pecahan uang kertas rupian baru, pecahan Rp5.000 pada 19 Desember 2016.

(A. Hilmi)