Jakarta, Aktual.co — Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara menunggu hasil akhir penyidikan sebelum menentukan ada atau tidaknya tersangka narkoba hasil penggerebekan di Kampung Bahari yang perlu mendapat rehabilitasi.
“Tergantung hasil penyidikan, apakah tersangka nantinya ada yang masuk rehabilitasi atau tidak,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Apollo Sinambela, ketika dikonfirmasi, Sabtu (8/11).
Menurut dia, proses rehabilitasi bagi tersangka narkoba akan dilakukan karena beberapa faktor, antara lain berdasarkan hasil laporan dan tidak ditangkap saat memakai.
“Banyak pertimbangan juga, apakah pengguna sudah lama atau pernah bermasalah dengan hukum akibat kasus serupa serta pertimbangan lain,” katanya.
Kendati demikian, dari hasil penggerebekan Sabtu pagi, dari semua yang ditangkap ada beberapa di antaranya sedang mengisap narkoba di sebuah ruangan tempat tinggal.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi M. Iqbal mengatakan warga yang ditangkap masih dimintai keterangan secara intensif oleh penyidik.
“Semua ditangani Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara dan kami masih menunggu hasilnya untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” kata mantan Wakapolres Surabaya tersebut.
Hingga Sabtu sore, timnya masih meminta keterangan dan memeriksa satu per satu secara intensif di Mapolres Jakarta Utara.
Dari 38 orang yang dibekuk di lokasi penggerebakan, tujuh orang di antaranya resmi berstatus sebagai tersangka karena terbukti memiliki narkoba dan mengakuinya saat disidik.
Sebelumnya, 200 personel Polres Metro Jakarta Utara dibantu dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek Kampung Bahari dan mengamankan 38 orang karena diduga menjadi lokasi peredaran narkoba.
Dalam operasi penegakan hukum peredaran narkoba itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 300 gram sabu-sabu, 500 butir ekstasi, dua kilogram ganja, lima pucuk senjata api, 25 butir peluru, satu pucuk senapan angin dan 40 bilah senjata tajam.
Kemudian, 39 alat hisap sabu-sabu (bong), 14 unit timbangan digital, enam unit handtalky (HT), enam buah insulin, empat unit kamera tersembunyi, 50 unit telepon selular, enam unit sepeda motor, satu unit mobil dan uang tunai Rp28,5 juta.

()

(Nebby)