Jakarta, Aktual.com – Mengambil resiko dipecat, 20 sopir Gojek nekat berunjukrasa ke Kantor Pusat Gojek di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/11).

Sejumlah persoalan mereka sampaikan, terkait alasan mereka mogok narik dan memilih berunjukrasa, meski terancam tak lagi bisa bekerja di Gojek.

Dari informasi yang dihimpun, ada tiga tuntutan yang disampaikan para mitra pengemudi Gojek, yakni:

Pertama, soal penurunan tarif yang diberlakukan secara sepihak oleh Gojek, dari Rp4 ribu per kilometer menjadi Rp3 ribu per kilometer, sejak 2 November lalu. (Baca: Demi Bisnis Aplikasi, Bos Gojek ‘Korbankan’ Pengemudi)

Kedua, soal potongan honor untuk biaya jaket, helm atribut dan telepon genggam, yang ternyata tidak gratis.

Ketiga, para sopir tidak terima selama ini hanya dianggap sebagai mitra kerja saja oleh manajemen Gojek. Mereka ingin diangkat sebagai karyawan.

“Jelaskan kepada kami perihal potongan deposit sepihak,” ujar seorang sopir Gojek, di Kantor Gojek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/11).

Sebelumnya, rencana demo sudah pernah mencuat pasca penurunan tarif awal November. Tapi kandas lantaran ada pesan pendek dari pihak manajemen yang menyebut bakal memecat mereka yang demo. (Baca: Gojek Tetapkan Tarif Baru, Sopir Kaget Tapi Cuma Pasrah)

()