Koalisi Masyarakat Indonesia (KOMANDO) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Telkomsel, Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan Kantor BUMN, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/11).

Jakarta, Aktua.com – Koalisi Masyarakat Indonesia (KOMANDO) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Telkomsel, Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan Kantor BUMN, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/11).

Aksi tersebut dilakukan karena diduga adanya Nepotisme di Badan Usaha Milik Negara dan meminta supaya Presiden Jokowi untuk segera mencopot (Rehuffle) Erick Thohir.

“Jadi, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kami kepada Erick Thohir sekaligus agar masyarakat seluruh Indonesia tau dan kami meminta agar Presiden Jokowi segera mencopot Erick dari jabatanya ,” kata Korlap Aksi Prasetyo.

Prasetyo melanjutkan bahwa KOMANDO mendapati beberapa isu yang menurutnya sangat bermasalah dan sangat berdampak kepada negera Indonesia di masa Pandemi Covid-19.

“Hasil kajian kami menyatakan bahwa hari ini BUMN sedang tidak baik-baik saja mulai dari isu investasi Telkomsel ke Gojek, merger Indosat -Tri, sampai Rencana IPO Mitratel yang pasti akan merugikan negara dan rakyat Indonesia di masa Pandemi Covid-19,”ujarnya.

“Pertama, soal investasi Telkomsel ke Gojek, dimana Telkomsel menyuntikan 6,4 Triliun kepada Gojek, apa urgensi sekelas Telkomsel menyuntikan dana segar ke perusahaan swasta yang notabene baru seumur jagung ? padahal Growth Signal saham Gojek sampai hari ini hanya 4% saja, masih banyak perusahaan lain yang mempunyai Growth Signal bagus untuk bisa disuntikan dana investasi,” Lanjutnya.

Lebih lanjut, KOMANDO mencurigai ada kepentingan keluarga dalam investasi Telkomsel ke Gojek, merger Indosat – Tri, juga rencana IPO Mitratel dimana pelaku utama yaitu Erick Thohir dan kakaknya Boy Thohir.

“Kami menilai ada kepentingan pribadi yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencoba membangun dinasti Thohir”Ujar Pras.

Kemudian Prasetyo mengatakan organisasinya menemukan bahwa Menteri Erick terlibat dalam bisnis PCR-Test yang ini juga melibatkan nama Boy Thohir yang turut andil.

“Mengapa ini jadi masalah, karena ini ada keterkaitanya dengan “Dinasti Thohir” yang selama ini kami gaungkan” pungkasnya.

(Arie Saputra)