Jakarta, Aktual.co — Ekonom Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Thomas Ola Langoday, meminta Bank Indonesia (BI) mewaspadai kemungkinan adanya aksi para spekulan di pasar valuta asing (valas) yang memanfatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah.
“Kita berharap BI menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil sehingga tidak dimanfaatkan oleh spekulan di pasar valas karena akan memperburuk kondisi perekonomian,” kata Thomas, di Kupang, Sabtu (14/3).
Hal itu menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore bergerak melemah sebesar 37 poin menjadi Rp13.187 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.150 per dolar AS.
Sebelumnya nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore bergerak menguat sebesar 39 poin menjadi Rp13.156 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.195 per dolar AS.
Menurut dia, pelemahan mata uang rupiah yang selama ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor luar negeri, seperti kondisi perekonomian terkini di sejumlah negara, misalnya di Tiongkok dan AS.

Artikel ini ditulis oleh: