Jakarta, Aktual.co — Proses kerjasama yang sedang dilakukan antara pemerintah dengan Sonangol dalam diskon impor minyak jauh dari transparansi publik.
Demikian disampaikan oleh Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy usai menjadi pembicara dalam diskusi dengan tajuk “Membedah Kebijakan Ekonomi-Politik Pemerintah Jokowi-JK” di Hotel Century Atlet, di Jakarta, Jumat (5/14).
“Sesungguhnya masalah besarnya pemerintah diimbau untuk terbuka (terkait kerjasama itu). Bagaimana sesungguhnya perjanjian pokok antara RI dengan Angola,” ujarnya.
Kata Noorsy, pemerintah memang harus membuka MoU antara pemerintah RI dengan Angola. Apakah memang dalam perjanjian itu, apakah Head of Agreement atau Measure Agreement-nya memang ada pernyataan tentang diskon USD 15 dari harga pasar.
“Sepanjang itu tidak diperjanjikan, maka status diskon itu memang akhirnya harus dinegosiasikan ulang atau dibicarakan ulang antara Sonangol dengan Pertamina,” pungkas dia
Perlu diketahui, pernyataan pemerintah jika kerjasama dengan Senangol akan memberikan keuntungan berupa diskon sebesar USD 15/barel. Yang Ternyata dibantah oleh Sonangol tidak ada pemberian diskon tersebut.
Grup Sonangol adalah kongsi lama Surya Paloh. Sonangol ini dikuasai oleh oleh konglomerasi China yang diketahui bernama Sam Pa. Sam Pa dianggap media-media Barat sebagai pemilik CIF yang juga memegang keuangan PKC (Partai Komunis China). Di Angola, tangannya melalui China Sonangol. Dan Sam Pa ini memiliki koneksi sangat kuat dengan para kepala negara di Afrika dan Amerika Latin.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















