Mataram, Aktual.com – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) NTB menyosialisasikan program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) kepada warga di Kabupaten Bima, Kamis (10/9).

Sosialisasi tersebut dibuka Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah NTB H Lalu Syafi’i bersama Ketua MES NTB Dr Hj Baiq Mulianah, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bima, dan pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bima.

“Kami berharap program Mawar Emas di Kabupaten Bima segera dilaksanakan untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta masyarakat kecil yang sering terjerat rentenir,” kata Lalu Syafi’i melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram.

Menurut dia, nama besar NTB sebagai provinsi dengan penduduk mayoritas Muslim mesti dikokohkan dengan ikut memperbaiki sistem ekonominya ke ekonomi Islam.

Untuk itu, kata dia, program Mawar Emas adalah program untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi.

“Dengan lahirnya program Mawar Emas, pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal dengan lebih mudah dan lebih nyaman dibandingkan ke rentenir,” ujar Syafi’i.

Sementara itu, Ketua MES NTB Dr Hj Baiq Mulianah menjelaskan bahwa MES terus berupaya memberikan pelayanan untuk umat dalam pembangunan ekonomi syariah selama 20 tahun terakhir.

Dalam transaksi ekonomi Islam, kata dia, salah satu hal yang paling penting adalah mekanisme akad yang menjadi asas dalam ekonomi syariah.

“Apabila akadnya benar, sesuai syariah, maka Insya Allah perjalanan bisnisnya juga akan halal dan toyib,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut Baiq Mulianah, MES mengambil bagian untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ekonomi syariah.

“MES berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua institusi dan organisasi untuk membumikan ekonomi syariah,” ucapnya.

M Nur Rahmat, perwakilan dari Bank NTB Syariah, mengatakan sebagai wujud dari komitmen program Mawar Emas, Bank NTB Syariah sudah menyediakan dana Rp1 miliar. Dari total dana tersebut, telah disalurkan sebesar Rp400 juta setelah program diluncurkan secara resmi sejak satu bulan lalu.

Sebelumnya, Kepala OJK NTB Farid Faletehan, selaku Pengarah TPAKD NTB, menekankan pentingnya akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha mikro.

Menurut dia, kehadiran Mawar Emas diharapkan mampu melepaskan masyarakat dari rentenir dan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB.

“Ke depan, TPAKD NTB akan mengundang keterlibatan lembaga jasa keuangan lainnya, agar Mawar Emas dirasakan manfaatnya di seluruh penjuru NTB,” katanya.(Antara)

(Warto'i)