Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri (Antara Jatim/PCNU Surabaya)
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri (Antara Jatim/PCNU Surabaya)

Surabaya, aktual.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya yang sedang getol menggarap dakwah Islam moderat di perkotaan melalui Gerakan NU Urban memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang memberi perhatian lebih pada layanan fasilitas ibadah
di mal dan pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan, Jatim.

“Pakuwan Mall dan Tunjungan Plaza adalah dua dari sekian mal elit di Kota Surabaya yang dinilai serius menyiapkan fasilitas ibadah yang representatif dan berkelas melalui masjid yang telah disediakan,” kata Ketua PCNU Surabaya, Achmad Muhibbin, di Surabaya, Sabtu.

Selain menyediakan masjid premium yang mewah, lanjut dia, kedua mal juga mengelola aktivitas peribadatan di kedua masjid dengan baik sesuai ajaran Islam yang moderat dan tidak terpapar radikalisme, dengan menjalin kerja sama dengan PCNU Surabaya.

Menurut dia, langkah ini perlu ditiru oleh dunia industri lainnya karena Islam di perkotaan harus terus dijaga konsistensi dan moderasi beragamanya untuk kemaslahatan Indonesia.

Untuk itu, lanjut dia, PCNU Surabaya memberikan dukungan dan doa kepada Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza karena kedua pusat perbelanjaan ini bisa kian berkembang di era kompetisi industri digital yang ketat dewasa ini.

Selanjutnya, PCNU Kota Surabaya juga sedang menyiapkan kerja sama berikutnya terkait penyaluran sedekah berupa Zakat, Infak Shadaqah (ZIS) melalui lembaga filantropi milik NU yaitu NUCARE LAZISNU Kota Surabaya.

Diketahui PCNU Surabaya akan menganugerahkan penghargaan kepada instansi/lembaga yang berkomitmen mengembangkan dan menginspirasi syiar Islam Penghargaan ini diberikan dalam acara Resepsi Harlah NU ke-97 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 7 Maret 2020.

Penerima penghargaan ini terdiri dari pengelola pusat bisnis dan perbelanjaan, Instansi pemerintah, lembaga pendidikan, Kepengurusan NU di tingkat kecamatan atau kelurahan, pegiat dakwah, lembaga dan sejumlah tokoh masyarakat.

(Eko Priyanto)