Jakarta, Aktual.co — Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, meminta kepada Iran untuk menghentikan kegiatan nuklirnya sedikitnya 10 tahun. Obama berdalih, hal itu diminta agar kesepakatan terwujud.

Meski demikian, kata Obama, masih banyak yang harus dibicarakan sebelum mencapai kesepakatan akhir.

Pernyataan Obama tentang kerangka waktu itu adalah batasan jelas dari AS agar persetujuan nuklir dengan Iran tercapai.

“Jika Iran setuju menghentikan kegiatan nuklirnya sedikit-dikitnya 10 tahun dan bersedia diperiksa, artinya Iran membuktikan tidak memiliki senjata nuklir,” kata dia, dikutip dari Reuters, Selasa (3/3).

Dalam wawancara tersebut, Obama menambahkan, AS akan memberikan waktu satu tahun kepada Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Itu perjanjian AS dengan Iran untuk membuktikan apakah Iran bisa membuat senjata nuklir dalam setahun,” kata Obama.

Kebijakan Obama terhadap kesepakatan nuklir Iran mendapatkan kritik dari beberapa pihak yang mengatakan, hal itu memberikan kesempatan kepada Iran untuk menjadi negara nuklir.

Gedung Putih pada minggu lalu menolak laporan yang menyatakan saat membekukan kegiatan nuklir Iran selama 10 tahun, AS memberikan kesempatan kepada Iran meningkatan kemampuan secara bertahap agar dapat menghasilkan persenjatan nuklir di akhir kesepakatan tersebut.

Dalam wawancara itu, Obama mengkritik rencana yang disusun oleh Partai Republik dan beberapa anggota Partai Demokrat dalam Senat AS yang akan menjatuhkan sanksi baru kepada Iran jika tidak ada kesepakatan hingga 30 Juni 2015.

Ia mengatakan usaha tersebut akan menjadi ganjalan dalam dialog yang sedang dilakukan.

Artikel ini ditulis oleh: