Jakarta, Aktual.co — Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menolak anggapan, bahwa Barat sedang berperang dengan Islam dan terlibat dalam benturan peradaban sebagai suatu kebohongan. Di kesempatan yang sama, Obama mendesak negara-negara untuk mengatasi kekerasan militansi Islam di seluruh dunia
Obama mengatakan, ada fakta sejarah yang rumit antara Timur Tengah dengan Barat, dan tidak ada yang harus kebal dari kritik atas kebijakan khusus tersebut.
“Tapi, ide bahwa Barat sedang berperang dengan Islam adalah kebohongan yan ‘buruk’, dan terlepas dari iman kita, memiliki tanggung jawab untuk menolaknya,” katanya dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Gedung Putih dalam melawan ekstremisme kekerasan, di Washington, AS, Kamis (19/2).
Kelompok-kelompok eksterimis seperti Negara Islam (IS), Boko Haram dan Al-Shabaab yang memiliki kekuatan militer di wilayah Afrika dan Timur Tengah, serta lebih dari 60 negara dan organisasi internasional telah berkumpul di Washington, untuk datang dengan rencana dalam mengatasi masalah.
“Komunitas Muslim, termasuk Ulama dan non-Ulama, memiliki tanggung jawab untuk mendorong kembali tidak hanya pada interpretasi ikatan Islam, tetapi juga kebohongan bahwa kita terlibat dalam bentrokan peradaban,” tegas Obama.
Obama mengumumkan, bahwa Amerika Serikat akan bergabung dengan Uni Emirat Arab untuk membuat komunikasi digital untuk bekerja dengan para pemimpin agama dan masyarakat untuk melawan “propaganda teroris,” dan berupaya mendesak orang lain untuk bergabung.
Artikel ini ditulis oleh:

















