Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada awal pekan ini berpeluang bergerak di area positif seiring optimisme investor terhadap perekonomian nasional.

IHSG dibuka menguat 23,97 poin atau 0,38 persen menjadi 6.310,63, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,98 poin atau 0,61 persen menjadi 986,27.

“Pidato RAPBN 2020 oleh Presiden Joko Widodo kemarin (16/8) mengembalikan optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia untuk mengalami pertumbuhan sebesar 5,3 persen,” papar Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah, Senin (19/8).

Ia mengemukakan pemerintah berencana menggelontorkan anggaran infrastruktur dari APBN 2020 sebesar Rp419,2 triliun atau meningkat 4,9 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp399,7 triliun.

Dari anggaran infrastruktur tersebut, dipaparkan, sebagian besar akan digunakan untuk membangun jalan darat.

“Pembangunan infrastruktur jalan akan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan akan menjadi topangan bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.

(Abdul Hamid)