Seorang pedagang menghaluskan Pohon Pinang yang akan dijual di Jalan Manggarai Utara, Jakarta, Jumat (12/8). Penjualan Pohon Pinang untuk perlombaan panjat pinang dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tersebut mulai marak dijual dengan harga Rp750 ribu-Rp1 juta per buah. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Orasi yang berisikan penggusuran, ketidakadilan dan korban kezaliman pemimpin mewarnai Hari Ulang Tahun ke-71 Republik Indonesia di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (17/8).

Orasi diantaranya dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet, Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek), Said Iqbal dan Ketua Forum Betawi Rempug (FBR), KH. Luthfie Hakim.

Sebelumnya dilaksanakan upacara di atas puing-puing bekas penggusuran dengan Inspektur Upacara (Irup), musisi Ahmad Dhani yang disambut meriah oleh warga Pasar Ikan dan para peserta upacara yang diantaranya berasal dari anggota FBR, Aspek dan KSPI.

Ratna dalam orasinya mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok adalah sekrup kecil dari orang yang berusaha merebut kekuasaan di Indonesia.

“Ahok Cuma alat dan masyarakat Jakarta harus memastikan Ahok tidak lagi menjadi pemimpin di Jakarta. Kekuasaan di belakang Ahok membuat dia semena-semena melanggar semua etika,” kata Ratna.

Sedangkan Said Iqbal dalam orasinya mengatakan bahwa HUT ke-71 Republik Indonesia dimana saat ini kaum pemilik modal menguasai kekuasaan di tengah orang kecil yang mencari keadilan dan di tengah kekuatan Tuhan yang membantu melawan.

“Kalau kita melihat sekeliling area ini, arti merdeka jauh dari harapan dimana gundukan tanah, puing-puing reruntuhan, tenda-tenda tempat tinggal. Dimana 71 tahun negeri ini merdeka, jauh dari kata merdeka,” kata Said.

()