Ilustrasi perangkat radio FM (Shutterstock).

Padang, aktual.com – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat menggagas pembelajaran melalui siaran radio bagi siswa SD dan SMP selama masa libur akibat wabah Corona Virus Disease (COVID-19) sebagai salah satu bentuk pembelajaran alternatif.

“Sekarang sudah ada tambahan pelajaran bagi siswa melalui RRI pro 2 yang disampaikan oleh guru guru yang terpilih,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Minggu [05/4].

Menurut dia hal ini dilakukan sebagai salah satu variasi pembelajaran selain proses belajar mandiri di rumah dan penugasan dari guru kelas.

Selain itu Pemkot Padang mendorong pelajar untuk meningkatkan hafalan Al Quran dan memperbanyak membaca buku selama masa libur saat ini.

“Nanti setelah sekolah kembali akan dievaluasi siapa yang paling banyak hafalan Al Quran bertambah serta paling banyak membaca buku untuk diberikan penghargaan di tingkat kelas, sekolah dan kota,” katanya.

Mahyeldi mengakui saat ini menerima laporan anak-anak sudah mulai bosan di rumah dan ingin kembali ke sekolah.

Hingga saat ini Pemkot Padang memutuskan meliburkan proses pembelajaran sampai 15 April 2020.

Terkait apakah setelah itu siswa akan kembali sekolah Wali Kota menyampaikan akan melihat perkembangan terbaru terlebih dahulu.

“Kalau seandainya jumlah warga yang positif corona tidak bertambah dan situasi sudah mulai kondusif akan diputuskan kembali sekolah, namun jika memburuk ada kemungkinan diperpanjang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan untuk pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang menjadi agenda rutin para pelajar di Padang selama Ramadhan ditiadakan karena berdasarkan kebijakan dari Pusat masa tanggap darurat COVID-19 sampai 29 Mei 2020.

Artinya semua keramaian ditiadakan termasuk Pesantren Ramadhan, kata dia.

Pada sisi lain ia melihat salah satu hikmah adanya COVID-19 adalah orang tua bisa melakukan penguatan peran keluarga karena lebih banyak berada di rumah bersama anak-anak.

Mari perkuat lagi komunikasi dengan semua anggota keluarga sehingga lahir keluarga yang yang harmonis, kokoh dan berkualitas, ujarnya.

(Eko Priyanto)