13 April 2026
Beranda blog Halaman 1011

Iran Siap Respon Serangan Baru dari Israel

Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/Anadolu/py.)

Beirut, aktual.com – Iran siap merespons setiap potensi serangan baru dari Israel, kata Presiden Masoud Pezeshkian kepada kantor berita Al-Jazeera dalam wawancara televisi pertamanya sejak berakhirnya konflik militer kedua negara selama 12 hari, Rabu (23/7).

“Kami siap menghadapi setiap aksi militer oleh Israel, dan pasukan kami berada dalam siaga tempur penuh untuk menyerang kembali jauh ke wilayah Israel,” kata Pezeshkian, seraya menambahkan bahwa Israel bungkam mengenai skala serangan Iran sebelumnya.

Pezeshkian menyebut semua pembicaraan tentang penghentian program nuklir Iran sebagai “ilusi,” menekankan bahwa Teheran tidak menginginkan perang, tetapi juga tidak sepenuhnya percaya pada gencatan senjata yang langgeng.

Presiden Iran itu lebih lanjut mengatakan dia setuju dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Pada saat yang sama, Pezeshkian mengatakan bahwa “pengayaan uranium di wilayah Iran akan terus berlanjut di masa mendatang dalam kerangka hukum internasional” dan Teheran tidak akan menoleransi ancaman apa pun terkait program nuklir damainya.

Pada 13 Juni malam, Israel menyerang Iran dengan dalih bahwa Teheran tengah mengembangkan program nuklir militer rahasia. Iran membantah keras tuduhan tersebut, dan membalas secara telak serangan rezim Zionis tersebut.

Kedua pihak saling serang selama 12 hari. Amerika melibatkan diri dalam konflik bersenjata itu dengan menyerang fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni malam.

Malam berikutnya, Teheran membalas aksi militer Gedung Putih tersebut dengan melancarkan serangan rudal ke pangkalan AS Al Udeid di Qatar.

Trump mengatakan pada 23 Juni bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk gencatan senjata guna mengakhiri “perang 12 hari”.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Baru Diresmikan Presiden, Koperasi Dibongkar Sehari Setelahnya: Sponsor Tersinggung, Aset Ditarik

Tuban, aktual.com — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, harus menghadapi kenyataan pahit hanya sehari setelah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring pada Senin (21/7). Keesokan harinya, Selasa (22/7), koperasi tersebut dibongkar secara tiba-tiba.

Pembongkaran dilakukan dengan mencopot seluruh atribut, termasuk papan nama, spanduk, dan properti yang menampilkan gambar Presiden. Berbagai aset koperasi pun diangkut keluar dari lokasi. Langkah ini merupakan konsekuensi dari pemutusan hubungan kerja sama secara sepihak oleh PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PT PPSD), lembaga yang selama ini menjadi sponsor utama sekaligus pembina KDMP Pucangan sejak awal pendirian.

Pemutusan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 002/032/Perkom-PPSD/VII/2025 yang dialamatkan kepada Kepala Desa Pucangan. Dalam surat itu, PT PPSD menyatakan kekecewaannya karena kontribusi mereka tidak diakui dalam acara peresmian yang disiarkan secara daring bersama Presiden.

“Mulai dari renovasi bangunan, pengisian barang, manajemen, sampai legalitas, semua didampingi oleh kami. Tapi saat peluncuran resmi oleh Presiden, justru nama kami tak disebut, seolah tidak pernah terlibat,” ungkap Direktur Utama PT PPSD, Dr. H. Anas Al Khifni, atau yang akrab disapa Gus Anas.

Sebaliknya, pada saat forum daring bersama Presiden, yang disebut dalam sambutan Kepala Desa dan Ketua Koperasi adalah dukungan dari BUMN dan PT Pupuk Indonesia—sebuah klaim yang dibantah oleh PT PPSD.

“Pernyataan itu jelas mencederai semangat kerja sama yang kami bangun hampir dua tahun terakhir. Dalam perjanjian yang kami tandatangani pada 31 Januari 2024, kami memiliki hak membatalkan kerja sama apabila nilai keterbukaan dan saling menghormati dilanggar,” tegas Gus Anas.

Langkah pembongkaran pun menjadi bentuk penarikan kembali seluruh aset yang sebelumnya diberikan melalui kerja sama tersebut. Direktur Sarana dan Prasarana PT PPSD, Mohammad Khomsun, membenarkan bahwa mulai Selasa (22/7), tim mereka telah berada di lapangan untuk mengambil kembali semua perlengkapan koperasi.

“Seluruh aset, termasuk peralatan dan fasilitas koperasi, kami tarik dan akan dialihkan ke lokasi lain yang lebih siap secara kolaboratif,” jelas Khomsun.

Ia mengungkapkan bahwa Kepala Desa dan Ketua Koperasi sempat menyampaikan permintaan maaf karena lupa menyebut nama PT PPSD dalam sambutan. Namun alasan tersebut dianggap tidak cukup.

“Mereka bilang gugup, makanya lupa menyebut. Tapi kenapa bisa menyebut BUMN dan Pupuk Indonesia? Padahal mereka tidak terlibat dalam proses pendirian koperasi ini,” tambahnya.

Meskipun telah memutus hubungan dengan KDMP Pucangan, PT PPSD menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program nasional Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Sejauh ini, mereka masih aktif membina KDMP di beberapa wilayah lain di Jawa Timur.

“Kami tetap komitmen mendukung program Pak Presiden. Alhamdulillah, kami sudah membina KDMP lain di Gresik, Palang dan Rengel (Tuban), serta Baureno (Bojonegoro). Semangat kolaborasi di sana jauh lebih sehat,” tutup Gus Anas.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Imam Besar Al-Azhar Serukan Dunia Hentikan Genosida di Gaza: Hati Nurani Kemanusiaan Kita Sedang Diuji

Kairo, aktual.com – Imam Besar Al-Azhar, Syekh Ahmed al-Tayeb, mengeluarkan seruan tegas kepada masyarakat internasional agar segera turun tangan menyelamatkan rakyat Palestina yang tengah menderita di Jalur Gaza. Grand Syekh dari institusi pendidikan Islam ternama itu mendesak semua pihak agar tidak lagi tinggal diam menyaksikan penderitaan yang terjadi.

Syekh al-Tayeb menyoroti kondisi yang semakin memburuk selama hampir 22 bulan terakhir, di mana lebih dari dua juta warga Palestina menghadapi ancaman kelaparan dan malnutrisi akut akibat blokade ketat yang diberlakukan oleh militer Israel (IDF). Selain itu, bantuan kemanusiaan yang hendak disalurkan ke Gaza juga dihalangi masuk, termasuk yang melalui perbatasan Mesir-Rafah.

Dalam pernyataannya, Syekh al-Tayeb mengetuk kesadaran moral umat manusia untuk bertindak. Ia menyampaikan, “Hati nurani kemanusiaan kita sedang diuji,” seperti dikutip dari TRT World, Rabu (23/7/2025). Ia juga menekankan pentingnya segera menghentikan tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel.

Tak hanya itu, Imam Besar Al-Azhar tersebut memberikan peringatan keras bahwa siapa pun yang memberikan dukungan kepada Israel, baik dalam bentuk senjata maupun kebijakan politik, secara langsung dianggap sebagai pihak yang ikut terlibat dalam kejahatan genosida ini.

Sementara itu, Mesir sendiri sempat menjadi sorotan global ketika menahan dan mendeportasi para aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang tergabung dalam aksi Global March to Gaza pada Juni 2025. Mereka berencana melakukan perjalanan darat menuju Rafah untuk menuntut pencabutan blokade dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, wilayah yang kini dijuluki sebagai “wilayah dengan wabah kelaparan paling mengenaskan di dunia kini.”

Aksi damai yang dijadwalkan pada 13 Juni 2025 itu mengalami hambatan ketika otoritas Mesir mengambil tindakan keras. Para aktivis ditahan di Bandara Kairo dan sejumlah hotel untuk diinterogasi. Puluhan orang bahkan ditangkap, lalu dideportasi pada Kamis (12/6/2025).

Menurut laporan AFP, seorang pejabat Mesir yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa lebih dari 30 aktivis—mayoritas berkewarganegaraan Eropa—telah dideportasi hanya dalam waktu dua hari setelah tiba di Bandara Internasional Kairo.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Saling Banding, Drama Hukum Kasus Tom Lembong Masuki Babak Baru

Terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong (tengah) meninggalkan ruang sidang usai pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (18/7/2025). Majelis hakim menjatuhkan vonis empat tahun enam bulan penjara, denda Rp750 juta subsider enam bulan kurungan kepada mantan menteri perdagangan itu. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/tom/pri. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Jakarta, aktual.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan mengajukan permohonan banding atas putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara kepada mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.

“Itu normatif,” ujar kuasa hukum Tom Lembong, Ari Yusuf Amir, kepada wartawan pada Rabu (23/7/2025).

Ari menjelaskan bahwa langkah banding yang diambil Kejagung bukan hal yang luar biasa, mengingat pihaknya juga mengajukan banding atas putusan tersebut. Menurutnya, apabila kliennya tidak melakukan banding, besar kemungkinan Kejagung pun tidak akan mengambil langkah hukum lanjutan.

“Kalau kita nggak banding kemungkinan besar mereka nggak banding karena mereka merasa tugasnya selesai,” katanya. Ia bahkan menambahkan dugaan bahwa Kejagung mengajukan banding hanya sebagai formalitas semata. ”

Kalau kita melihatnya ya ini untuk mereka harus melakukan banding supaya melengkapi sandiwaranya karena belum selesai, seharusnya mereka melakukan evaluasi terhadap dampak-dampak mereka ini,” imbuh Ari.

Tom Lembong sendiri telah lebih dulu mendaftarkan permohonan banding terkait vonis dalam kasus korupsi impor gula yang menjeratnya. Menyusul langkah tersebut, Kejagung memastikan juga akan segera mengajukan banding.

“Tentunya dalam waktu 7 hari semenjak diputus dari pengadilan, jaksa akan mengajukan sikap, pendapatnya, dan saya pastikan, karena saya pastikan jaksa dalam waktu dekat akan segera mengajukan banding juga, saya pastikan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di Jakarta Selatan pada Selasa (22/7).

Anang menyatakan bahwa Kejagung menghormati putusan majelis hakim dan menganggap wajar upaya banding yang dilakukan oleh pihak Tom Lembong.

“Kami menghargai, menghormati keputusan pengadilan negeri tipikor di tingkat pertama. Yang kedua juga terkait dengan pengajuan dari upaya hukum banding yang dilakukan oleh tim kuasa hukum dari Pak Terdakwa, itu merupakan hak dan dijamin oleh undang-undang,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini

Ilustrasi - Petugas Bank sedang menghitung uang rupiah

Jakarta, aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (23/7) pagi dibuka menguat 47,67 poin atau 0,65 persen ke posisi 7.392,41.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,15 poin atau 0,66 persen ke posisi 787,28.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu pagi di Jakarta menguat sebesar 49 poin atau 0,30 persen menjadi Rp16.271 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.320 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1.970 Juta/Gram

Jakarta, aktual.com – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu (23/7), naik sebesar Rp24.000 per gram, dari Rp1.946.000 per gram menjadi Rp1.970.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik, yakni Rp1.816.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:

– Harga emas 1 gram: Rp1.970.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.880.000.
– Harga emas 3 gram: Rp5.795.000.
– Harga emas 5 gram: Rp9.625.000.
– Harga emas 10 gram: Rp19.195.000.
– Harga emas 25 gram: Rp47.862.000.
– Harga emas 50 gram: Rp95.645.000.
– Harga emas 100 gram: Rp191.212.000.
– Harga emas 250 gram: Rp477.765.000.
– Harga emas 500 gram: Rp955.320.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.910.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain