13 April 2026
Beranda blog Halaman 1018

Rupiah dan IHSG Pagi Ini Menguat

Indeks Hasil Saham Gabungan dan Rupiah

Jakarta, aktual.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Selasa (22/7) pagi di Jakarta menguat sebesar 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.312 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.323 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka menguat 45,12 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.443,31.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,39 poin atau 0,30 persen ke posisi 791,20.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Sebut Negara Tidak Boleh Abaikan Ketentuan Hukum Terhadap Eks Prajurit Marinir

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini di kompleks parlemen, Jakarta. (ANTARA/HO-DPR)

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengatakan bahwa negara tidak boleh mengabaikan ketentuan hukum hanya karena alasan kasihan terhadap eks prajurit marinir TNI AL yang menjadi tentara bayaran di Rusia, Satria Arta Kumbara, yang ingin kembali menjadi Warga Negara Indonesia (WNI)

Dia mengatakan kasus Satria tersebut harus dapat menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi prajurit aktif maupun yang telah purna tugas, bahwa kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mutlak.

“Jangan mudah tergiur janji menjadi tentara bayaran tanpa memahami risiko hukum, moral, dan kemanusiaan yang besar,” kata Amelia di Jakarta, Selasa (22/7).

Sia menjelaskan bahwa Undang-Undang dan peraturan di Indonesia telah melarang warga negara Indonesia untuk bergabung dengan militer asing atau bertindak sebagai tentara bayaran dalam konflik bersenjata. Tindakan tersebut, kata dia, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum nasional, sumpah prajurit, dan prinsip kedaulatan negara.

Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, dia menjelaskan, WNI dapat kehilangan status kewarganegaraannya jika dengan sadar bergabung dalam dinas militer negara asing atau berperang untuk kepentingan asing.

“Konsekuensi ini bersifat berat dan tidak dapat dipandang remeh,” katanya.

Terkait permintaan Satria yang ingin kembali menjadi WNI, menurut dia, harus dijawab secara hukum. Jika status WNI-nya telah hilang karena tindakannya, maka proses untuk mendapatkan kembali kewarganegaraan harus melalui mekanisme yang panjang, ketat, dan dengan mempertimbangkan aspek hukum, keamanan, dan kepentingan nasional.

Dia pun mendorong Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan instansi terkait untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap status hukum dan fakta-fakta di lapangan, serta memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selaras dengan peraturan perundang-undangan.

“Sebab hal tersebut dapat merusak wibawa hukum dan merugikan kepentingan nasional,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan eks anggota Marinir yang menjadi tentara relawan Rusia, Satria Arta Kumbara bukan lagi bagian dari TNI.

TNI AL pun, kata Tunggul, tidak akan mau merespon permintaan Satria yang ingin kembali menjadi warga negara Indonesia.

“Lebih tepat bisa ditanyakan ke Kementerian Luar Negeri RI, atau juga Kementerian Hukum RI terkait dengan status kewarganegaraan yang bersangkutan. Yang jelas saat ini sudah tidak ada lagi keterkaitan dengan TNI AL,” kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (21/7).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Inggris Menarget 135 Kapal Tanker Rusia Pengangkut Minyak Ilegal

kapal tanker Rusia yang diduga angkut minyak ilegal - foto X

London, Aktual.com – Pemerintah Inggris telah mengumumkan sanksi baru yang menargetkan 135 kapal tanker minyak Rusia yang diyakini terlibat dalam pengangkutan minyak Rusia secara ilegal. Tujuan sanksi ini adalah untuk memutus Kremlin dari pendapatan minyak yang digunakan untuk membiayai perang melawan Ukraina.

Dilansir dari Straits Times yang mengutipnya dari Reuters, menurut para pejabat, kapal-kapal ini merupakan bagian dari apa yang disebut ”armada bayangan” yang telah mengangkut kargo ilegal senilai sekitar 24 miliar dolar AS sejak awal tahun 2024, yang melanggar sanksi internasional.

Sanksi terhadap Rusia yang diumumkan pemerintah Inggris pada Senin (21/7), selain menargetkan 135 kapal tanker minyak, juga terhadap dua perusahaan Rusia, yakni perusahaan pelayaran Intershipping Services LLC dan pedagang minyak Litasco Middle East DMCC.

Kapal tanker minyak itu sangat penting bagi sektor energi dan minyak Rusia. Sedangkan pemerintah Inggris mengatakan mereka merupakan bagian dari armada yang bertanggung jawab mengangkut kargo senilai 24 miliar dolar AS sejak awal tahun 2024, atau sekitar Rp 389 miliar.

Menteri Luar Negeri David Lammy mengatakan sanksi baru tersebut akan semakin ”membongkar” apa yang disebut ”armada bayangan” milik Presiden Rusia Vladimir Putin, dan menguras kas perang Rusia dari pendapatan minyak pentingnya.

Pemerintah Inggris juga mengatakan perusahaan Intershipping Services LLC bertanggungjawab untuk mendaftarkan kapal-kapal di bawah bendera Gabon, yang memungkinkan mereka mengangkut barang senilai hingga 10 miliar dolar AS setiap tahun atas nama negara Rusia.

Sanksi juga dijatuhkan pada perusahaan Litasco Timur Tengah DMCC karena perannya yang berkelanjutan dalam pengiriman minyak Rusia dalam jumlah besar, kata pemerintah Inggris.

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di London belum menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar mengenai sanksi terbaru tersebut. Moskow sebelumnya menyebut sanksi Barat ilegal dan menyatakan sanksi tersebut mengganggu stabilitas pasar energi global.

Sebelumnya, pada Jumat (18/7), Uni Eropa menyetujui paket sanksi ke-18 terhadap Rusia atas perangnya di Ukraina, termasuk tindakan yang ditujukan untuk memberikan pukulan lebih lanjut terhadap industri minyak dan energi Rusia.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, Uni Eropa dan Inggris menetapkan rencana untuk menurunkan batas harga minyak mentah dari 60  dolar AS per barel menjadi 47,60  dolar AS per barel, untuk mengganggu pendapatan minyak Rusia.

(Indra Bonaparte)

BMKG Prakirakan Cuaca di Sejumlah Kota Besar Berawan

Suasana gedung pusat perkantoran dan bisnis di Jakarta berlatar belakang langit Jakarta dengan cuaca cerah berawan.

Jakarta, aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah kota-kota besar di Indonesia, Selasa (22/7), pada umumnya berawan.

“Di pulau Jawa, pada umumnya cerah dan berawan seperti di Serang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya,” kata Prakirawan BMKG Satriana Roguna dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta.

Di wilayah Sumatera, wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni di Medan, dan Tanjung Pinang. Sementara Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, dan Lampung, berpotensi diselimuti awan.

“Untuk Kota Bali, Kupang, dan Mataram diprediksi cerah berawan,” kata dia.

Selanjutnya, di Pulau Kalimantan, wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan yakni Tanjung Selor. Adapun Pontianak, Samarindra, Banjarmasin, serta Palangkaraya diprakirakan berawan.

Berpindah ke wilayah Sulawesi, Kota Mamuju dan Kendari berpotensi diguyur hujan ringan. Adapun Manado, Palu, Gorontalo, dan Makassar berawan.

Di wilayah Indonesia Timur pada umumnya berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang seperti Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sementara Ternate dan Sorong berawan.

“Bagi yang ingin mengetahui cuaca secara khusus yang diperbaharui setiap tiga jam dapat memantau di aplikasi BMKG,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

AS Mendadak Tempatkan Bom Termonuklir Taktis di Inggris

London, Aktual.com –  Di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), khususnya Inggris. Mendadak Amerika Serikat menempatkan sebagian bom gravitasi termonuklir taktis B61-12 di Inggris.

Tindakan AS menempatkan bom termonuklir di Inggris ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2008 lalu.  Dilansir dari dari UK Defence Journal, sumber-sumber melaporkan bahwa sejumlah bom gravitasi termonuklir B61-12 dipindahkan minggu ini dari Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara AS (AFNWC) di Pangkalan Angkatan Udara AS Kirtland di New Mexico, ke fasilitas penyimpanan senjata nuklir yang baru dibangun di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force (RAF) Lakenheath di Suffolk, Inggris.

B61-12 adalah bom gravitasi nuklir taktis canggih berdaya ledak rendah yang dapat digunakan oleh sejumlah pesawat, termasuk F-35A Lightning II, yang diterbangkan oleh Skuadron Tempur ke-493 dan Skuadron Tempur ke-495 yang bermarkas di Lakenheath, Inggris.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS belum mengonfirmasi pemindahan ini secara publik, dan Kementerian Pertahanan biasanya tidak mengomentari keberadaan atau ketiadaan senjata nuklir di lokasi tertentu.

Untuk diketahui, B61-12 adalah bom nuklir taktis berdaya ledak rendah yang telah dimodernisasi dan mampu menghasilkan daya ledak variabel serta panduan presisi. Bom ini dirancang agar kompatibel dengan berbagai platform pengiriman, termasuk jet tempur siluman F-35A Lightning II.  Wing Tempur ke-48 di RAF Lakenheath mengoperasikan Skuadron Tempur ke-493 dan ke-495, yang menerbangkan F-35A dan merupakan salah satu yang pertama di Eropa yang melakukannya.

RAF Lakenheath sebelumnya menjadi tempat penyimpanan senjata nuklir AS selama Perang Dingin, tetapi penarikan terakhir yang diketahui terjadi pada tahun 2008 setelah bertahun-tahun pengurangan terkait perlucutan senjata di seluruh Eropa. Pengembalian senjata semacam itu yang dilaporkan akan mewakili perubahan signifikan dalam postur nuklir NATO di teater Eropa di tengah memburuknya hubungan dengan Rusia dan meningkatnya penekanan pada pencegahan.

Untuk diketahui pula, pada tahun 2020, senjata ini menjalani modifikasi ke-12, sehingga disebut B61-12. Bom termonuklir ini memiliki desain dengan yield variabel dengan yield 0,3 hingga 340 kiloton dalam berbagai modifikasinya. Senjata ini memiliki casing ramping yang mampu menahan penerbangan supersonic, dengan panjang 3,56 m, diameter sekitar 33 cm, dan berat dasar 320 kg, dengan harga 28 juta dolar AS per unit.

(Indra Bonaparte)

200 Tahun Perang Jawa: Kisah Perlawanan Diponegoro, Pengkhianatan, dan Pengasingan

Ilustrasi Perang Dipenegoro. IST

Jakarta, aktual.com – ç

Perang Jawa (1825–1830) adalah titik balik yang mengguncang pondasi kekuasaan kolonial. Dipimpin oleh Pangeran Diponegoro—putra bangsawan yang menolak tunduk—perang ini menjadi simbol perlawanan terakhir rakyat Jawa sebelum tanah ini benar-benar jatuh dalam cengkeraman imperium Belanda. Gerilya, jebakan, hingga pengkhianatan menjadi warna dari kisah kepahlawanan itu.

Raden Mas Antawirya—kelak dikenal sebagai Pangeran Diponegoro—bukan anak sembarangan. Sejak kecil, ia telah menarik perhatian Kraton. Menurut sejarawan Peter Carey dalam Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785–1855), Sultan Mangkubumi bahkan pernah meramalkan bahwa bayi itu akan membawa kerusakan jauh lebih besar bagi Belanda dibanding Perang Giyanti yang memecah Mataram.

Ramalan itu bukan dongeng. Pada 1825, ketika patok-patok Belanda ditanam di tanah leluhurnya, Diponegoro memilih jalan jihad. Dari Tegalrejo, ia menyerukan perang. Rakyat menjawab. Dalam hitungan pekan, api perlawanan menyebar ke seluruh Jawa. Belanda kelimpungan. Strategi gerilya Diponegoro yang licin dan mematikan membuat kas militer kolonial jebol, dan moral pasukan mereka terpuruk.

Diponegoro bukan sekadar pangeran, ia adalah simbol. Sosok Ratu Adil yang selama ini diramalkan dalam naskah-naskah Jawa. Ia mempersatukan yang tercerai: bangsawan buangan, ulama, petani, hingga para bandit dan buruh kota. Semua bergerak dalam satu panji: menegakkan kembali tatanan Jawa Islam yang telah diinjak-injak oleh Belanda dan para ningrat yang bersekutu dengannya.

Yogyakarta, tanah kelahirannya, justru menjadi ladang luka. Di sana, kekuasaan Kraton direduksi menjadi boneka Batavia. Wabah, kemiskinan, dan pajak mencekik rakyat. Dalam penderitaan itu, Diponegoro menjadi harapan, menjadi poros. Perang bukan hanya melawan Belanda, tetapi melawan oligarki Jawa yang tunduk pada uang dan kuasa asing.

Tapi seperti banyak perang suci dalam sejarah dunia, kekuatan rakyat kalah oleh kelicikan. Belanda, yang tak mampu menaklukkan Diponegoro di medan tempur, memilih jalan pengkhianatan. Mereka pura-pura ingin berdamai, memanggil Diponegoro ke meja perundingan, lalu menjebaknya.

Pada 1830, sang pangeran ditangkap di Magelang. Ia dibuang ke Makassar, dan wafat dalam pengasingan 25 tahun kemudian. Tapi semangatnya tak pernah terkubur. Nama Diponegoro terus hidup, dijadikan nama jalan, patung, bahkan menjadi roh yang merasuk ke banyak perjuangan bangsa setelahnya.

Hari ini, 200 tahun telah berlalu. Perang Jawa bukan sekadar cerita masa lalu, tapi cermin yang menatap balik kepada kita: Apakah kita masih punya keberanian seperti Diponegoro? Masihkah kita membela rakyat yang tertindas? Ataukah kita kini lebih mirip para ningrat di masa lalu yang sibuk menyelamatkan tahta ketimbang membela tanah?

Karena pada akhirnya, sejarah bukan soal mengenang, tapi soal memilih: menjadi pewaris semangat atau justru pengkhianat amanat.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain