18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 1018

Menko PMK: Pemda Diminta Perbaiki Infrastruktur Jelang Periode Mudik

Menko PMK Pratikno (tengah) dan Mendagri Tito Karnavian (keempat kiri) dalam konferensi pers usai rapat tingkat menteri terkait persiapan hari raya dan libur Idul Fitri di Jakarta, Rabu (5/3/2025) ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan pemerintah daerah akan digerakkan untuk melakukan perbaikan infrastruktur mengantisipasi mudik jelang libur Idul Fitri.

“Pemerintah daerah juga digerakkan untuk perbaikan infrastruktur, sarana prasarana, jalan, jembatan dan lain-lain juga mendukung rest area, mendukung layanan untuk para pemudik,” kata Menko PMK Pratikno dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PMK di Jakarta pada Rabu (5/3).

Pratikno mengatakan, pemerintah sudah memeriksa infrastruktur yang akan digunakan para pemudik selain juga potensi bencana yang dapat terjadi seperti longsor dan banjir bersama alat-alat berat yang mungkin dibutuhkan.

Pemerintah juga memastikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akan siaga di sejumlah titik mengantisipasi potensi bencana tersebut, merujuk kepada prakiraan cuaca yang dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi untuk memastikan perbaikan jalan provinsi dan kabupaten. Karena ketika terjadi kerusakan di ruas jalan tersebut juga akan berpengaruh terhadap jalan nasional yang digunakan pemudik.

“Saya juga minta, karena ada yang menjadi kewenangan dari pemerintah daerah, agar kapal-kapal jangan sampai overload yang berbahaya, kemudian siapkan pelampung sesuai standard operating procedure masing-masing. Juga bandara-bandara, karena bandara-bandara kecil itu ada juga yang dikelola oleh pemerintah daerah,” jelas Mendagri.

Pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah melakukan pemeriksaan terkait kesiapan pangan serta tempat pariwisata selain juga menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Kemkomdigi Dukung Konten Khusus Edukasi di Platform Media Sosial

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto memberikan sambutan dalam perkenalan Feed STEM di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (5/3/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Komunikasi dan Digital mendukung hadirnya konten khusus edukasi berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) di platform media sosial.

“Tentu ini sejalan ya dengan komitmen kami dari pemerintah agar mendorong ekosistem digital itu sifatnya inklusif kepada semua pihak dan memiliki nilai tambah serta produktivitas yang lebih tinggi,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto di Jakarta, Rabu (5/3).

Boni menilai bahwa konten edukasi berbasis STEM sangat penting untuk diperkenalkan sejak dini, meskipun penggunaan platform media sosial tersebut memiliki batasan usia.

Feed STEM, yang diluncurkan platform media sosial TikTok, diharapkan dapat menjadi ruang khusus bagi konten-konten edukatif yang tidak hanya menghibur tetapi juga membentuk pola pikir dan mendidik masyarakat.

Boni juga menyoroti tantangan dalam mengembangkan konten edukasi yang menarik dan relevan, terutama bagi generasi muda.

Melalui Feed STEM, masyarakat diharapkan dapat mengakses pembelajaran tentang teknologi, inovasi, dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan usia mereka.

“Feed Stem ini harus di-generate, bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukatif yang lebih maju, memberikan akses kepada masyarakat untuk belajar tentang teknologi itu sendiri, kemudian bagaimana berinovasi, dasar-dasar ilmu pengetahuan dan cara yang lebih, nah kalau lewat TikTok kan lebih ‘engaging’ ya tentunya,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Boni turut menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi memiliki misi terkait dengan edukasi.

Kementerian Komdigi, kata dia, telah memiliki sejumlah program pendukung, seperti Digital Talent Scholarship yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, termasuk mahasiswa dan lulusan yang mencari sertifikasi.

Selain itu, terdapat program Digital Leadership Academy yang dirancang untuk para pemimpin di sektor pemerintah dan swasta agar memahami pentingnya inovasi dan transformasi digital.

Bonifasius juga menyampaikan komitmen Kementerian dalam meningkatkan literasi digital dan mencetak 9 juta talenta digital hingga tahun 2030.

Langkah ini diambil untuk mendukung transformasi digital nasional dan menciptakan ruang digital yang aman, edukatif, serta mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap kolaborasi dengan TikTok ini terus berjalan dan ini akan memberikan kontribusi agar ruang digital ini sebagai tempat yang aman, edukatif, dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujar dia.

Feed STEM merupakan tab khusus baru di aplikasi TikTok, yang berisi konten edukasi berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Komisi II DPR RI, KemenPAN-RB, dan BKN Sepakati Batas Waktu Penyelesaian Tenaga Non-ASN

gedung MPR/DPR/DPD

Jakarta, aktual.com – Dalam rangka percepatan penataan CPNS dan PPPK untuk formasi 2024, Komisi II DPR RI meminta Kementerian PANRB dan BKN menyelesaikan pengangkatan CPNS pada bulan Oktober tahun 2025 dan pengangkatan PPPK dibulan Maret tahun 2026.

Hal itu ditegaskan dalam poin kesimpulan Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI, Kementerian PAN-RB, dan BKN yang dipimpin oleh Bahtra Banong, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, di ruang KK III, Komisi II DPR RI, Rabu (05/03).

Selain itu, dalam rapat tersebet Bahtra Banong, politisi Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa Komisi II DPR RI meminta Kementerian PANRB berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri RI untuk melarang dan memberikan sanksi kepada kepala daerah periode 2025 – 2030 yang melakukan pengangkatan Tenaga Non-ASN atau sebutan lain, baik melalui belanja pegawai maupun belanja barang dan jasa.

Legislator Dapil Sulawesi Tenggara itu juga menyampaikan bahwa penataan tenaga Non ASN merupakan afirmasi kebijakan terakhir pemerintah, sehingga Komisi II DPR RI meminta Kementerian PANRB dan BKN memastikan tidak ada lagi pengangkatan tenaga non ASN di instansi pusat maupun instansi daerah sebagaimana amanat pasal 66 UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan peraturan pelaksanaannya.

“Ada 5 poin kesimpulan rapat, dan intinya adalah kami di Komisi II DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal agar penataan tenaga non ASN ini segera selesai “, ujarnya ketika menutup Raker dan RDP tersebut.

Dengan kesepakatan yang tertuang dalam kesimpulan tersebut diharapkan, penataan pegawai non-ASN yang sudah berlangsung sejak tahun 2005 akan diselesaikan secara sistematis demi memberikan kejelasan dan kepastian bagi mereka yang selama ini berkontribusi besar dalam menjalankan tugas pemerintahan baik di kementrrian lembaga maupun yang ada didaerah di provinsi dan kabupaten kota

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Wamenaker Ungkap Alasan Penundaan Pengumuman SE THR

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan. (ANTARA/HO/Kementerian Ketenagakerjaan RI)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan mengungkapkan alasan penundaan pengumuman Surat Edaran (SE) Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1446 H/Lebaran 2025 untuk pekerja.

Menurut Wamenaker Noel, SE yang seharusnya diumumkan pada Rabu (5/3), ditangguhkan dengan pertimbangan etika menyusul bencana banjir di wilayah Jabodetabek.

“Masak mengumumkan THR ketika sedang berduka karena bencana, itu saya rasa tidak ada empatinya. Poinnya di situ. Secara etik tidak baik,” kata Noel saat ditemui di Kantor Kemnaker RI Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa penundaan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, alih-alih disebabkan oleh ketidaksiapan pemerintah.

“Penundaan ini bukan karena kami belum siap mengumumkan, tapi karena situasi saat ini yang kurang tepat,” kata Noel.

Wamenaker pun menambahkan pengumuman SE THR untuk pekerja di sektor swasta kemungkinan besar akan dilakukan berbarengan dengan pengumuman SE THR aparatur sipil negara (ASN/PNS) dalam waktu dekat.

“Biar Pak Menteri (Ketenagakerjaan, Yassierli) yang mengumumkan. Sudah kami bahas, tapi kita harap itu bisa diumumkan bareng (dengan SE THR ASN),” ujar dia.

Ia juga memastikan SE THR diumumkan paling lambat dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Pada umumnya seperti itu, sudah tradisinya untuk mengumumkan soal THR ini (selambat-lambatnya) H-2 minggu,” kata Wamenaker Noel.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

KPK Sebut Paulus Tannos Jalani Proses Penuntutan di Singapura

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto berikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Jakarta, Aktual.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan buron kasus korupsi proyek KTP elektronik Paulus Tannos saat ini sedang menjalani proses penuntutan di Singapura.

Proses penuntutan tersebut adalah bagian dari rangkaian proses hukum dalam rangka ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia.

“Saya dapat informasi bahwa karena sistem yang ada di negara Singapura berbeda dengan kita maka yang bersangkutan (Paulus Tannos) saat ini sedang dalam proses penuntutan,” kata Setyo di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Rabu (5/3).

Setyo mengatakan KPK saat ini masih menunggu rampungnya proses penuntutan tersebut. Setelah proses tersebut rampung, pemerintah Indonesia baru bisa mengambil langkah selanjutnya.

“Nah, dari proses penuntutan itu nanti akan ada sebuah keputusan untuk proses selanjutnya,” ujarnya.

Mengenai tenggat waktu yang diberikan pemerintah Singapura pada tanggal 3 Maret 2025, Setyo mengatakan tenggat waktu tersebut sudah tidak diperlukan karena karena ada proses penuntutan yang sedang berjalan di Singapura.

“Kan kemarin batas waktu tanggal 3 (Maret 2025) kan, tetapi setelah itu ada proses penuntutan, ya itu tadi karena ada sistem hukum yang berbeda,” tuturnya.

Paulus Tannos merupakan buron KPK dalam kasus proyek KTP elektronik. Tannos telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 19 Oktober 2021.

Paulus Tannos berhasil ditangkap di Singapura oleh lembaga antikorupsi Singapura, Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

Sebelum penangkapan, Divisi Hubungan Internasional Polri mengirimkan surat penangkapan sementara (provisional arrest request) kepada otoritas Singapura untuk membantu penangkapan buron kasus korupsi proyek KTP elektronik tersebut.

Pada tanggal 17 Januari 2025, Jaksa Agung Singapura mengabarkan bahwa Tannos sudah ditangkap. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia sedang melakukan ekstradisi Tannos.

Saat ini, Kementerian Hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung, serta Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi guna mempercepat proses pelaksanaan ekstradisi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Komisi II DPR: Konflik Pertanahan Harus Diselesaikan dengan Dialog

Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan RDPU Komisi II DPR RI bersama Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten, Jawa Timur dan Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Sumenep serta serta masyarakat yang terdampak kasus pertanahan. Foto: Munchen/vel

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti, menegaskan bahwa konflik pertanahan harus diselesaikan melalui dialog dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan RDPU Komisi II DPR RI bersama Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten, Jawa Timur dan Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Sumenep serta serta masyarakat yang terdampak kasus pertanahan.

“Dari forum kita hari ini kita harus mengambil pelajaran yang penting, menyelesaikan masalah ternyata tidak bisa di luar, kita harus duduk bareng, pesan yang pertama kepada BPN, jadikan bapak-bapak yang membawa suara masyarakat ini sebagai mitra, bukan lawan,” tegas Azis melalui rilis yang diterima pada Rabu (5/3).

Ia meminta BPN untuk melihat masyarakat sebagai mitra, bukan sebagai lawan, dalam menyelesaikan persoalan pertanahan yang sering kali terjadi akibat kurangnya transparansi dan komunikasi. Azis juga menyoroti kelemahan BPN dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, yang menyebabkan banyak kebijakan tidak tersampaikan dengan baik.

“BPN ini humasnya lemah. Yang disampaikan Ibu Menuk kan udah lama (tentang pencabutan SHGU-red) bahwa Pak Nusron bolak-balik mengatakan sudah mencabut. Pak Menteri ATR BPN lho. Kok masih ada yang belum tahu? Berarti kan humasnya lemah,” katanya.

Menurut Azis, jika pemerintah telah bekerja keras tetapi masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar, maka akan muncul ketidakpercayaan dan kesalahpahaman.

“Tolong sehebat apapun, sekeras apapun pemerintah ini bekerja, termasuk Pak Prabowo, kalau humas pemerintah ini lemah, bahaya apalagi bila lebih banyak yang menyampaikan hoaks, daripada yang benar. Nanti pemerintah salah terus dimata masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih aktif dalam melakukan sosialisasi kebijakan, agar tidak terjadi persepsi keliru yang merugikan masyarakat dan pemerintah sendiri. Dalam rapat tersebut, Azis juga menyoroti Proyek Strategis Nasional (PSN), yang menurutnya harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.

“Tidak elok kalau saya mengatakan PSN itu proyek presiden sebelumnya, enggak boleh. PSN sudah ada, tapi penyimpangan-penyimpangan yang ada, harus diluruskan,” ujarnya.

Jika ada proyek yang ternyata tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat, maka proyek tersebut harus dievaluasi dan dihentikan.

“Namanya juga PSN, proyek strategis nasional. Strategis untuk siapa? Untuk negara, untuk rakyat. Kalau ternyata tidak strategis untuk negara, ya sudah cukup sampai di situ,” tegasnya.

Azis juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah memberikan instruksi atau intervensi dalam konflik pertanahan, terutama dalam kasus-kasus yang merugikan rakyat.

“Saya mengingatkan di forum ini, bahwa Pak Prabowo itu tidak pernah order apapun terkait pembelaan-pembelaan terhadap urusan begini. Yang ada kalau itu mengganggu keadilan rakyat, kalian harus dukung,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan presiden atau Partai Gerindra dalam konflik pertanahan.

“Kalau ada orang-orang yang turun ke bawah mengaku-ngaku dari presiden, mengaku-ngaku dari Gerindra dan merugikan rakyat, jamin itu tidak betul. Tidak ada,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Berita Lain