12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 180

Banjir Longsor Sumatera, DPR Desak Pemerintah Percepat Penanganan Pengungsi

Banjir bandang di Jembatan Kembar Batas Kota Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). ANTARA/Isril
Banjir bandang di Jembatan Kembar Batas Kota Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). ANTARA/Isril

Jakarta, Aktual.com  – Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, mendesak pemerintah memprioritaskan penanganan pengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ia menilai kondisi di lapangan masih memprihatinkan dan respons pemerintah belum maksimal.

“Situasi di Aceh masih sangat memprihatinkan. Pemerintah harus hadir secara penuh untuk memastikan seluruh pengungsi mendapatkan bantuan yang layak dan segera,” kata Irmawan, Sabtu (29/11/2025).

Politikus PKB ini mengungkapkan, ribuan warga terpaksa mengungsi dengan keterbatasan logistik, akses jalan, dan layanan darurat. Selain itu mereka dibayangi ketakutan karena situasi cuaca belum dapat diprediksi.

“Tekanan fisik dan mental para pengungsi ini cukup memprihatinkan sehingga dibutuhkan langkah cepat dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujarnya.

Irmawan menegaskan pemerintah harus menempatkan keselamatan dan kebutuhan dasar pengungsi sebagai prioritas, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara, air bersih, makanan pokok, hingga popok bayi.

“Yang paling mendesak saat ini adalah makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, dan perlindungan bagi kelompok rentan,” tegasnya.

Legislator asal Aceh ini pun mengungkapkan, banyak wilayah terdampak masih terisolasi karena jalan nasional terputus sehingga distribusi bantuan terhambat. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera melakukan perbaikan darurat untuk membuka akses.

“Banyak jalan nasional tertutup dan sulit dilalui. Bila dalam dua hari akses belum dibuka, dampaknya akan semakin besar bagi pengungsi. Saya minta Kementerian PU mengerahkan seluruh kemampuan untuk membuka akses dan memastikan bantuan logistik tersalurkan,” pungkasnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Dunia Masuki Next World Order, Indonesia Harus Siap

Jakarta, Aktual.com – Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyatakan bahwa dunia tengah memasuki fase baru dinamika global yang ia sebut sebagai Next World Order. Hal itu disampaikannya saat membuka Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Jakarta, Sabtu.

“Dunia sedang memasuki sebuah tatanan baru. Tatanan dunia berikutnya telah berada di depan mata,” ujar Dino.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) menegaskan bahwa tatanan baru tersebut tidak sepenuhnya menggantikan struktur lama, termasuk PBB, ASEAN, dan NKRI. “Banyak hal akan tetap ada dan harus tetap ada,” katanya.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat ini menjelaskan, peralihan menuju tatanan baru didorong empat faktor utama: pergeseran distribusi kekuatan global, melemahnya sistem berbasis aturan, menurunnya efektivitas institusi multilateral, dan melencengnya arah moral dunia.

Dino menyoroti perubahan ekonomi global, termasuk meningkatnya jumlah negara berpenghasilan menengah dan kelas menengah dunia. “BRICS kini memiliki PDB berbasis PPP lebih besar dari G7—40 persen banding 28 persen,” jelasnya.

Melihat dinamika tersebut, Dino menilai momentum saat ini penting bagi Indonesia untuk mengambil peran strategis. “Kekuatan diplomasi Indonesia terletak pada gagasan dan idealisme. Ini saatnya Indonesia menjadi salah satu perancang utama tatanan dunia berikutnya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Walk for Harmony, Menag Ajak Publik Perkuat Harmoni dan Solidaritas Sosial

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Halaqah Internasional di Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Kemenag
Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Halaqah Internasional di Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Kemenag

Jakarta, Aktual.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat menjadi fondasi penting bagi kekuatan Indonesia. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Sholawat Kebangsaan dan Walk for Harmony yang digelar Ditjen Bimas Islam di Surabaya.

Walk for Harmony mengajak kita melangkah bersama dan merawat harmoni dalam keberagaman,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut Nasaruddin, kegiatan tersebut bukan hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki pesan sosial yang kuat. Ia menjelaskan bahwa sholawat menjadi medium yang menghubungkan umat kepada teladan Rasulullah, “sosok yang menjadikan kasih sayang dan persaudaraan sebagai napas kehidupan sehari-hari.”

Ia menambahkan bahwa nilai kasih sayang dan persaudaraan sangat relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang plural. Menurutnya, kedua nilai itu merupakan modal sosial penting untuk mencegah potensi gesekan antarkelompok.

“Acara ini menjadi ruang kolektif bagi masyarakat untuk kembali mengingat inti dari kehidupan beragama: saling mengasihi, menghargai perbedaan, dan membangun harmoni,” ujarnya.

Menag juga menyoroti peran penting zakat dan wakaf dalam penguatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan bahwa dua instrumen filantropi tersebut memiliki dampak besar jika dikelola secara profesional dan amanah. Zakat dan wakaf, menurutnya, dapat memperkuat solidaritas serta memperluas pemberdayaan sosial.

“Zakat dan wakaf adalah jalan kebaikan yang menyatukan kepedulian, menolong sesama, dan menggerakkan kesejahteraan,” kata Nasaruddin.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Gubernur BI Ungkap Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026, Stabilitas dan Pertumbuhan Tetap Prioritas

Jakarta, Aktual.com — Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan lebih baik meskipun ketidakpastian global tetap tinggi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa ketidakpastian akibat kebijakan proteksionisme dan ketegangan geopolitik diperkirakan berlanjut hingga 2026 dan 2027.

Ia menyoroti lima karakteristik utama yang membentuk kondisi ekonomi global ke depan, salah satunya kebijakan tarif Amerika Serikat yang dapat menekan perdagangan dunia. “Kebijakan tarif AS yang berlanjut ini diperkirakan akan mendorong negara-negara kembali ke pola bilateral dan regionalisme,” ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Selain itu, Perry mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat, terutama di Amerika Serikat dan Tiongkok, namun Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh positif. “Meskipun negara besar mengalami pelambatan, Indonesia bersama India dan Uni Eropa diharapkan tetap mencatatkan pertumbuhan yang solid,” ucapnya.

Sebagai langkah mengantisipasi ketidakpastian global, Bank Indonesia akan menyesuaikan kebijakan moneter untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Perry menegaskan bahwa meskipun inflasi global masih menjadi tantangan, ruang penurunan suku bunga acuan tetap terbuka guna mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara Bank Indonesia, pemerintah, dan sektor terkait dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. “Sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan ketahanan pangan sangat penting untuk memastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh meski tantangan global tinggi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Perry menegaskan bahwa stabilitas ekonomi merupakan kunci pertumbuhan berkelanjutan. “Dengan stabilitas yang terjaga, kita bisa menghadapi tekanan global dan memastikan masyarakat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Untuk memperkuat perekonomian, Bank Indonesia akan fokus pada pengembangan sektor industri, pasar keuangan, dan ekonomi digital. Ia menambahkan bahwa kebijakan makroprudensial yang longgar akan mendorong pertumbuhan kredit, sedangkan digitalisasi sistem pembayaran akan diperkuat untuk meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi.

Pada 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada rentang 4,9–5,7 persen. Perry optimistis dengan kebijakan yang diterapkan, Indonesia mampu mengatasi tantangan global dan mencatatkan kinerja positif.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Prabowo Subianto Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Musibah di Sumatera

Jakarta, Aktual.com – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Kita turut merasakan kesulitan dan duka saudara-saudara kita yang sekarang ini sedang mengalami bencana alam,” ungkap Prabowo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang berlangsung di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak semua pihak untuk mendoakan agar para korban mendapatkan ketabahan dan pertolongan. “Kami berharap doa dan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban para saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.

Musibah ini, menurutnya, menjadi peringatan penting mengenai pentingnya kesadaran akan dampak dari perubahan iklim. Kejadian bencana yang terus meningkat menunjukkan bahwa masyarakat harus lebih waspada dan menjaga lingkungan hidup agar tidak menambah beban yang sudah ada.

Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga terkait, dalam menghadapi dan mengatasi dampak bencana. Ia menyebut bahwa penanggulangan bencana harus menjadi prioritas agar kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat dan efektif.

Selain menyampaikan rasa duka cita, Prabowo juga menyoroti masalah infrastruktur, terutama jembatan yang sangat diperlukan di sejumlah daerah terpencil. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang harus menyeberangi sungai setiap hari untuk bisa bersekolah, mengingat belum memadainya fasilitas jembatan di beberapa tempat.

Bagi Prabowo, meskipun Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik, kondisi ini tetap menjadi masalah serius yang harus segera diselesaikan. Menurutnya, fenomena seperti ini seharusnya tidak terjadi di negara yang sedang berkembang pesat.

“Angka-angka pertumbuhan sangat bagus, tapi rakyat kita tiap hari anak-anak kita masuk sungai, basah, duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” kata Prabowo dengan nada prihatin.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Prabowo memutuskan untuk membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk pembangunan jembatan di seluruh Indonesia. Satgas ini nantinya akan melibatkan para mahasiswa teknik sipil dari berbagai universitas untuk merancang dan membantu dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Saya bentuk satu satgas khusus darurat dan saya minta Menteri Pendidikan Tinggi untuk mengerahkan semua mahasiswa tingkat 2, 3, 4 dari teknik sipil untuk merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut,” tambahnyaz

Presiden juga menginstruksikan TNI dan Polri untuk segera mengerahkan personelnya, khususnya dari batalyon zeni dan teritori, guna mempercepat proses pembangunan jembatan di daerah yang paling membutuhkan. Ia menekankan pentingnya untuk menghindari birokrasi yang memakan waktu terlalu lama.

Prabowo mengungkapkan bahwa proyek pembangunan ini akan dilaksanakan tanpa menunggu proses studi kelayakan yang biasanya memakan waktu lama. Menurutnya, yang lebih penting adalah menyelesaikan masalah ini dengan cepat agar masyarakat segera merasakan manfaatnya.

Ia juga berharap satgas yang dibentuk akan mempercepat upaya untuk mengatasi kesulitan masyarakat, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil yang sering kali terlupakan. “Masyarakat kita yang paling membutuhkan tidak bisa menunggu terlalu lama,” ucap Presiden Prabowo.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menteri Airlangga Usulkan Insentif Fiskal Bagi Pemda Rp786 Miliar

Jakarta, Aktual.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengusulkan pemberian insentif fiskal senilai Rp786 miliar bagi pemerintah daerah. Usulan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang berlangsung di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa insentif fiskal ini akan diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2025. “Kami berharap, sesuai arahan Bapak Presiden, daerah yang mendapatkan penghargaan ini dapat diberikan insentif fiskal. Jumlahnya tidak terlalu besar, Bapak Presiden, kira-kira Rp786 miliar yang dibagi,” ujar Airlangga dalam sambutannya.

Selain TPID Award, insentif fiskal juga akan diberikan kepada daerah yang berhasil mempercepat digitalisasi di sektor keuangan. Dana yang diusulkan untuk insentif tersebut diperkirakan mencapai Rp786 miliar dan akan dibagikan kepada sejumlah daerah yang memenuhi kriteria.

Airlangga menyebut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang turut hadir dalam pertemuan itu, mendukung usulan tersebut meski dengan nada bercanda. “Saya sudah minta, kira-kira dananya tersedia,” ucap Airlangga, yang disambut tawa dari Purbaya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa insentif ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang berprestasi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan adanya insentif tersebut, pemerintah berharap komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mempercepat program digitalisasi semakin kuat.

Di sisi lain, Airlangga melaporkan bahwa inflasi Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86 persen, masih berada dalam sasaran target nasional. Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kebijakan suku bunga yang konsisten oleh Bank Indonesia serta dukungan kebijakan fiskal pemerintah.

Ia juga menyampaikan bahwa hampir seluruh risiko pertumbuhan ekonomi 2026 telah dikelola dengan baik sepanjang 2025. “Seluruh risiko sudah price-in, sudah masuk dalam tingkat suku bunga, harga-harga, termasuk nilai tukar rupiah,” jelasnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik pada 2026. Dengan proyeksi pertumbuhan baseline sebesar 5,4 persen, ia meyakini momentum ekonomi yang terjaga hingga akhir 2025 akan berdampak positif pada tahun mendatang.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga memberi apresiasi kepada Bank Indonesia atas kebijakan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin sepanjang 2025. “BI Rate turun menjadi 4,75 persen, dan ini mendorong kredit usaha dan belanja,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan para peserta PTBI 2025.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain