9 April 2026
Beranda blog Halaman 35973

Bogor Goals, Upaya Tingkatkan Integrasi Ekonomi Regional Asia-Pasifik

Jakarta, Aktual.co — Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2015 sepakat untuk terus berupaya meningkatkan integrasi ekonomi regional di kawasan Asia dan Pasifik, salah satunya melalui pencapaian ‘Bogor Goals’.
“Kami berkomitmen mencapai Bogor Goals, dalam hal perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka, untuk memperkuat dan memperdalam integrasi ekonomi regional di kawasan Asia Pasifik,” kata Ketua Forum Menteri Perdagangan APEC 2015 Gregory L. Domingo di Boracay, Minggu (24/5).
Menurut dia, melalui forum menteri perdagangan tersebut, anggota-anggota ekonomi APEC kembali menegaskan komitmen untuk menghilangkan hambatan dan memfasilitasi perdagangan internasional dan investasi di wilayah Asia Pasifik.
“Oleh karena itu, kami menyambut persiapan untuk ‘review’ jangka kedua untuk 2016 tentang kemajuan negara anggota APEC menuju Bogor Goals,” ujar dia.
Bogor Goals merupakan komitmen yang dibuat oleh para pemimpin negara anggota APEC pada 1994, di mana 21 anggota ekonomi APEC bekerja bersama-sama menuju realisasi perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka di Asia-Pasifik pada 2020 serta pembentukan komunitas regional yang lebih besar untuk mengatasi berbagai dimensi ekonomi dan sosial sebagai dampak dari pembangunan.
Domingo mengatakan, upaya lain yang dilakukan anggota ekonomi APEC untuk meningkatkan integrasi ekonomi regional di wilayah Asia Pasifik adalah dengan memperkuat konektivitas antarnegara APEC.
“Kami berkomitmen untuk bekerja menuju Asia Pasifik yang terhubung dan terintegrasi secara komprehensif dengan menerapkan Cetak Biru Konektivitas APEC untuk 2015-2025,” kata dia.
Untuk itu, lanjut dia, para anggota ekonomi APEC perlu menyelesaikan pengaturan untuk pemantauan, peninjauan, dan implementasi Cetak Biru Konektivitas APEC. “Cetak Biru tersebut perlu diimplementasikan untuk mencapai tujuan memperkuat konektivitas fisik, kelembagaan, dan masyarakat di wilayah Asia Pasifik pada 2025,” ujar Domingo.
Menteri Perdagangan dari 21 anggota ekonomi APEC melakukan pertemuan dalam rangkaian acara APEC 2015, yaitu Ministers Responsible for Trade Meeting, yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Mei di Boracay Island, Provinsi Aklan, Filipina.
Para menteri perdagangan tersebut membahas beberapa langkah yang akan diambil untuk membuka sumber-sumber perdagangan dan pertumbuhan investasi yang baru dan yang belum dimanfaatkan secara maksimal sambil memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan kalangan bisnis di masing-masing negara dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik.
APEC adalah forum ekonomi utama Asia-Pasifik yang memiliki tujuan utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

Artikel ini ditulis oleh:

Undang Angkatan 49 hingga 2013, Alumni Unas gelar Reuni Akbar



Jakarta, Aktual.co —Universitas Nasional (UNAS) menggelar acara Reuni Akbar alumni UNAS di Graha Sucofindo, jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, Sabtu 23 Mei 2015.

Ketua Pelaksana Reuni Akbar alumni UNAS, Ian Zulfikar mengatakan bahwa konsep acara reuni yang kali ini digelar, adalah pertama kali yang diselenggarakan di Jakarta dengan mengundang alumni, tahun angkatan 49 hingga 2013.

Acara yang digelar per-sepuluh tahun sekali itu turut dihadiri oleh Ustadz Arifin Ilham yang juga sebagai alumni UNAS, tahun angkatan 89, fakultas Ilmu Politik Hubungan Internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Turunkan Defisit Anggaran, Gaji Menteri Inggris Akan Dibekukan

Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Inggris David Cameroon mengatakan bahwa gaji para menteri pemerintahan Inggris akan dibekukan untuk lima tahun lagi di saat pemerintah sedang berupaya menurunkan defisit anggaran.
Menteri-menteri kabinet setiap tahunnya masing-masing menerima 134.565 pound (Rp2,7 miliar), termasuk gaji mereka sebagai anggota parlemen. Pembayaran telah dibekukan sejak 2010, ketika gaji mereka dipotong sebesar lima persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang dijalankan pemerintahan koalisi saat itu.
Partai asal Cameron, Konservatif, yang mengantongi kemenangan besar mengejutkan pada pemilihan bulan ini, telah menjanjikan akan menemukan pemotongan pembelanjaan senilai 25 miliar pound (Rp509 triliun) dalam dua tahun ke depan di saat mereka berupaya membuat defisit anggaran 5 persen menjadi surplus pada 2018/2019.
“Kita akan terus mengambil keputusan sulit yang diperlukan guna mengurangi pengeluarkan dan menyelamatkan perekonomian kita,” tulis Cameron di surat kabar Sunday Times, Minggu (24/5).
“Saya telah memutuskan untuk membekukan pembayaran (gaji) para menteri di pemerintahan. Sementara kita terus membanting tulang sebagai negara, kita akan terus memainkan peranan kita,” tambahnya.
Sebuah lembaga independen yang mengawasi gaji dan pengeluaran para anggota parlemen telah merekomendasikan agar keseluruhan 650 anggota parlemen, termasuk menteri-menteri, menerima kenaikan gaji sebesar 10 persen tahun ini.
Cameron telah meminta agar usul itu dipertimbangkan. Pada masa lalu, ketika lembaga independen itu telah meningkatkan gaji para anggota parlemen, pemerintah menurunkan penghasilan para menteri di atas gaji mereka sebagai anggota parlemen sehingga paket gaji keseluruhan yang mereka terima tidak berubah.

Artikel ini ditulis oleh:

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un, Istri Yudi Latif Meninggal Dunia

Jakarta, Aktual.co — Kabar duka dialami oleh istri cendekiawan muslim Yudi Latif yang bernama Linda Natalia Rahma meninggal dunia akibat kecelakaan, Senin (25/5) dini hari.
Kabar duka tersebut diketahui berdasarkan pesan singkat yang dikirim Yudi Latif kepada sejumlah rekannya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Telah wafat istri saya tercinta, Linda Natalia Rahma, sekitar pukul 2 dini hari karena kecelakaan,” kata Yudi yang juga Chairman Aktual Network dalam pesan singkatnya, Senin (25/5) pagi.
Informasi yang diperoleh, istri Yudi Latif mengalami kecelakaan di Tol JORR. Istri Kang Yudi, sapaan akrabnya, mengendarai Mercy B 8538 GT menabrak pembatas jalan di Tol JORR KM 35 arah Cilandak, Jakarta Selatan, 
“Bagi kerabat maupun sahabat yang hendak melayat dapat mendatangi rumah duka di Jl. Bunga Lily No.18, Rt 002/001, Veteran Bintaro Jakarta Selatan,” demikian pesan singkat Kang Yudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengungsi Asal Bangladesh Akan Dipulangkan

Jakarta, Aktual.co — Kota Medan, Sumatera Utara akan menjadi tempat sementara pengungsi atau imigran asal Bangladesh yang berada Aceh sebelum mereka dipulangkan ke negaranya.
“Mulai minggu depan secara bertahap pengungsi yang di Aceh itu dipindahkan ke Medan sebelum dipulangkan ke Bangladesh. Diharapkan dalam satu bulan pemulangan 720 jiwa pengungsi Bangladesh itu selesai,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan yang diterima di Medan, Minggu (24/5).
Biaya untuk pemulangan pengungsi itu dari UNHCR dan IOM. Penanganan pengungsi Rohingya dari Bangladesh yang ada di Aceh terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
Dari 1.759 jiwa pengungsi di Aceh, sebanyak 720 orang dari Bangladesh yang sedang mencari pekerjaan dan menjadi korban perdagangan manusia.
Dia menjelaskan, dalam rapat pertemuan yang dipimpin Menteri Sosial dengan dihadiri pimpinan Pemda Aceh, UNHCR, IOM, Kemensos, TRC BNPB, SKPD dan beberapa NGO, Minggu, ada beberapa arahan Mensos yang diminta dijalankan. Mulai soal pemulangan imigran asal Bangladesh dan juga penanganan pengungsi Rohingya.
“Rencananya pada Selasa (26/5) dilakukan rapat koordinasi teknis di Kemenko PMK. Koordinasi yang efektif diperlukan untuk mengatasi pengungsi,” kata Sutopo.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkeu: Kita Masih Harus Utang Kalau Mau Membangun

Jakarta, Aktual.co —  Anggaran yang masih defisit membuat kondisi perekonomian Indonesia masih memerlukan utang dari luar negeri.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Minggu (24/5).
“Kondisinya belum memungkinkan (untuk tidak utang), kita masih harus utang kalau mau membangun lebih banyak,” kata Bambang.
Menurutnya, defisit anggaran harus segera diatasi jika Indonesia tak ingin bergantung pada luar negeri.
Salah satu yang bisa dilakukan dengan menggenjot penerimaan negara, namun sayangnya sektor pajak tak bisa diandalkan.
“Banyak orang bayar pajaknya nggak bener. Padahal kebutuhan pembangunan termasuk ke daerah besar. Kalau enggak mau utang, kurangi defisit. Itu saja,” ujar Bambang.
Pemerintah akan mencermati dengan menyesuaikan kebutuhan negara terkait tawaran pinjaman 12 miliar US dolar dari Bank Dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain